Memperbaiki Kebocoran Minyak Rem; Begini Caranya!

Diposting pada


[latexpage]

Teknisimobil.com – Memperbaiki Kebocoran Minyak Rem; Begini Caranya! – Anda perlu memperbaiki kebocoran minyak rem segera setelah pedal rem menyentuh lantai. Pertama, cari tahu sumber kebocorannya. Anda dapat melacak akar masalah rem melalui memeriksa silinder roda, piston caliper, pipa minyak rem (logam), master silinder rem, caliper, dan selang rem. Tidak ada jalan pintas untuk memperbaiki kebocoran minyak rem. Jadi, setiap solusi sementara berarti ancaman yang semakin meningkat dari kegagalan total. Jangan lakukan pekerjaan itu sendiri, kecuali Anda dapat melakukannya seperti seorang profesional.

Kebocoran minyak rem
Kebocoran minyak rem di sekitar master siliner roda. Sumber: Floor Jack

Jika Anda bertanya-tanya bagaimana cara memperbaiki kebocoran minyak rem, ini adalah tempat yang tepat untuk Anda.

Baca juga: Cara Mengganti Brake Pads Rem Depan Honda Jazz

Cara Memperbaiki Kebocoran Minyak Rem

Dalam memperbaiki kebocoran minyak rem pada mobil setidaknya ada tiga langkah yang harus kita lalui. Secara lengkap, berikut adalah langkah-langkah untuk mengatasi atau memperbaiki kebocoran minyak rem pada mobil sahabat teknisi mobil.

Langkah 1: Menemukan Kebocoran

Untuk memperbaiki minyak rem mobil yang bocor, langkah pertama yang harus sahabat teknisi mobil lakukan adalah menemukan sumber kebocoran minyak rem tersebut. Jadi dalam langkah ini sahabat teknisi mobil mungkin ingin bertanya “Di mana kebocoran minyak rem mobil saya?” Yah, jawabannya adalah memeriksa karet, logam, gasket, dan sambungan di bawah kap mesin dan juga memeriksa jalur yang menyebar di atas tabung rem logam dengan mata terbuka. Karena sahabat teknisi mobil sebenarnya dapat dengan mudah menemukan hampir semua kebocoran di tempat-tempat tersbeut.

Jika sahabat teknisi mobil masih tidak dapat melacak tanda-tanda bocornya minyak rem mobil tersebut, periksa jalur dari master silinder. Ulangi langkah-langkah ini untuk setiap roda. Di bagian belakang, perhatikan daerah berkarat atau korosi di sekitar jalur pipa minyak rem. Sekarang ambil senter dan amati di bawah mobil tersebut untuk melihat apakah ada genangan minyak, menetes, pola semprotan, atau area basah lainnya.

Langkah 2: Rekonstruksi Silinder Roda, Caliper Piston, dan Master Cylinder

Jika sumber-sumber cairan rem bocor adalah silinder master, piston caliper, sahabat teknisi mobil selalu dapat menggunakan kit perbaikan kebocoran minyak rem yang terjangkau. Namun, membeli caliper baru lebih layak daripada memperbaikinya kembali. Rebuild kit dari berbagai produsen tersedia di pasar. Sahabat teknisi mobil harus memiliki penggantian total jika selang rem karet mengalami kebocoran.

Kebocoran minyak rem
Warna minyak rem yang semacam itu susah saatnya diganti. Sumber: Dodge Forum

Langkah 3: Ketika Jalur Pipa Rem Logam Berserakan

Diperlukan pendekatan yang lebih terintegrasi jika kebocoran berakar di jalur pipa rem yang berupa logam. Pipa yang akan sahabat teknisi mobil gunakan untuk penggantian harus berukuran sama. Daripada hanya memperbaiki bagian yang bocor, ganti seluruh pipa rem. Setelah Anda mengganti pipa rem, ikuti instruksi produsen untuk menyesuaikan torsi yang sesuai. Kecuali sahabat teknisi mobil melakukannya dengan benar, alat kelengkapan bisa kehilangan dan mengakibatkan penurunan tekanan rem.

Ketiga langkah tersebut dapat menjadi penolong Anda saat menghadapi masalah kebocoran minyak rem mobil Anda.

Jangan pernah mengejar pekerjaan perbaikan minyak rem tanpa pemahaman yang lengkap. Intinya, instruksi tidak berarti bahwa ini adalah pekerjaan satu langkah. Sebelum sahabat teknisi mobil menguraikan seluruh sistem minyak rem, pastikan kotoran tidak masuk ke jalur pipa minyak rem.

Baca juga: Cara Sederhana untuk Membuat Rem Lebih Awet

Minyak rem tua atau kotor dapat merusak sistem rem mobil secara permanen. Jadi, lihat warna cairan rem untuk melihat apakah masih jernih atau tidak. Jika terlihat kotor, ganti minyak rem segera.

Gejala Rem Mobil Bermasalah

Sejauh ini sahabat teknisi mobil telah mempelajari cara memperbaiki kebocoran minyak rem mobil. Yang pada intinya adalah harus menemukan sumber kebocoran, memperhatikan penyababnya apakah itu dari seal, keausan part atau lainnya, dan yang terakhir adalah memperbaiki atau mengganti bagian tersebut. Tetapi, kadangkala masalah rem tidak hanya tampak secara fisik saja. Ada titik-titik tertentu dalam sistem rem yang kadang secara fisik tampak baik tetapi sebenarnya bermasalah. Nah oleh karena itu, maka gejala rem mobil bermasalah juga harus sahabat teknisi mobil pahami dengan baik.

Terdapat beberapa gejala rem mobil yang sedang mengalami masalah. Saya mendata ada setidaknya 8 gejala rem mobil bermasalah yang akan saya uraikan berikut ini.

1. Pedal rem bergetar saat pengereman

Dari sekian banyak gejala rem mobil bermasalah, yang pertama adalah pedal rem bergetar saat kita melakukan pengereman. Pada saat kita melakukan pengereman, yang terjadi adalah gesekan antara brake shoe dengan drum atau brake pad dengan disc brake. Gesekan tersebut tentu saja akan menghasilkan panas serta pemuaian pada logam. Kejadian dalam waktu tertentu menyebabkan perubahan struktur logam pada piringan tersebut.

Biasanya, piringan atau disc brake akan mengalami ketidakrataan permukaan akibat gesekan tersebut. Akibatnya, gesekan yang terjadi akan semakin terasa dan akan sampai pada pedal rem. Getaran akibat gesekan ini lah yang sebenarnya kita rasakan pada saat pengereman dari sistem rem yang rusak. Jika sudah demikian, sahabat teknisi mobil dapat melakukan pembubutan atau mengganti disc brake dengan yang baru.

2. Ada bunyi berdecit saat pengereman

Gejala yang kedua dari rem mobil yang bermasalah adalah ada bunyi decitan saat kita melakukan pengerenam. Normalnya, tidak akan berbunyi apa pun saat rem dalam kondisi normal. Tentu saja tidak berbunyi pun tidak pula bergerak yang terasa pada pedal rem. Namun, ada kalanya kondisi normal tersebut tidak terjadi terutama untuk mobil-mobil yang cukup berumur.

Pada saat kita menginjak pedal rem, kemudian muncul bunyi berdecit, maka sahabat teknisi mobil harus mewaspadai hal tersebut. Beberapa kemungkinan dapat terjadi pada sistem rem mobil sahabat teknisi mobil. Kemungkinan-kemungkinan tersebut misalnya lapisan kampas atau pad rem sudah aus atau setidaknya hanya kotor akibat terlalu banyak debu yang menempel antara disc pad dan disc brake atau brake shoes dan drum brake. Sehingga, pertama harus sahabat periksa terlebih dahulu apakah rem kotor atau memang ada keausan. Jika kotor cukup sahabat teknisi mobil bersihkan dan jika memang aus, maka silahkan ganti dengan yang baru.

3. Kendaraan tertarik ke arah tertentu

Sistem pengereman yang normal maka tenaga pengereman harus bekerja merata pada masing-masing roda berdasarkan penekanan pedal rem dan beban kendaraan. Sahabat teknisi mobil harus waspada, ketika kita menginjak pedal direm kemudian ada kecenderungan kendaraan narik ke satu arah.

Yang sering dapat kita rasakan adalah ketika masalah ada di sistem rem bagian roda depan – baik kanan maupun kiri. Jika salah satu sisi rem roda depan macet atau mengalami masalah tertentu sehingga rem tidak bekerja dengan normal, maka saat kita menginjak rem, mobil akan terasa tertarik ke salah satu arah sisi tertentu. Jika sahabat teknisi mobil mendapati hal ini, segera periksa seluruh piston rem baik roda depan maupun belakang.

Sahabat teknisi mobil dapat memeriksanya dan memperhatikan apa yang menjadi masalah di sana. Jika hanya kotor, silahkan sahabat teknisi mobil bersihkan. Akan tetapi jika ternyata ada kerusakan pada seal karet, misalnya keras dan sebagainya, silahkan ganti dengan seal yang baru.

4. Daya pengereman berkurang

Gejala keempat rem bermasalah adalah berkurangnya daya pengereman pada mobil. Rem harus bekerja efektif untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan. Saat pedal rem sudah kita injak maksimal sudah seharusnya mobil berhenti. Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka berarti daya rem berkurang. Ini dapat saja terjadi pada rem biasa atau bahkan rem dengan sistem abs.

Terdapat beberapa penyabab yang dapat mengakibatkan daya pengereman berkurang. Beberapa di antaranya adalah kampas/disc pad/brake shoes aus, terdapat kebocoran pada sistem rem, minyak rem sudah mengandung banyak kandungan air, dan beberapa yang lain. Sehingga jika sahabat teknisi mobil merasa daya pengereman berkurang pada mobilnya, silahkan periksa semua bagian pada rem termasuk juga kemungkinan minyak rem sudah banyak mengandung air.

5. Pedal rem terlalu dalam

Gejala berikutnya adalah pedal rem yang terlalu dalam. Apa maksudnya? Pedal rem harus mempunyai langkah yang cukup ketika kita menginjak untuk mengoperasikan sistem rem. Dengan jarak yang cukup, mobil seharusnya sudah berhenti.

Pedal rem juga mempunyai langkah cadangan, sehingga ketika pedal rem kita injak penuh, tidak akan menyentuh dengan lantai. Ketika langkah pedal terlalu dalam atau bahkan sampai menyentuh permukaan laintai mobil, sahabat teknisi mobil perlu mewaspadainya. Kemungkinan penyebab karena celah pada tromol rem yang terlalu longgar, atau ada kerusakan pada seal master rem. Tetapi juga dapat berasal dari kebocoran minyak rem.

6. Injakan pedal rem terlalu ringan

Kita mengetahui bersama bahwa pedal rem meneruskan tenaga injakan kaki ke master rem. Master rem berfungsi untuk mengubah tenaga mekanis ke tenaga hidrolis yang kemudian mengirimnya pada masing masing master roda di semua roda. Jika ada masalah pada master rem, maka tekanan yang sampai ke masing-masing roda tidak cukup kuat. Sehingga, pengemudi akan merasakan injakan pedal menjadi ringan. Sekali lagi, gejala satu ini juga dapat berasal dari masalah kebocoran minyak rem.

7. Putaran roda terasa berat

Saat mobil bergerak pelan, biasanya gejala ini tidak akan terasa. Tetapi pada saat akselerasi, akan ada semacam gaya yang menahan kendaraan untuk melaju mulus seperti tidak ada hambatan sama sekali. Jika ada gejala demikian, sebaiknya sahabat teknisi mobil memeriksa putaran roda.

Pada saat roda terasa berat saat kita putar, ada kemungkinan piston silinder roda macet. Hal ini karena celah antara disc brake dan disc pad – misalnya – terlalu sempit. Periksa setiap roda dan bebaskan roda dari semua aktivitas pengereman termasuk rem tangan. Jika ada satu atau beberapa yang tampak berat saat sahabat teknisi mobil putar, maka perbaiki rem pada bagian roda tersebut.

8. Velg roda terlalu panas

Ini adalah gejala yang terakhir yakni velg roda terlalu panas. Normalnya, meski berkendara ratusan kilometer, velg roda tidak terlalu panas saat kita sentuh. Tetapi, ada juga yang ternyata baru beberapa kilometer, velg roda sudah benar-benar panas.

Efek pengereman dihasilkan oleh gesekan antara tromol dengan kanvas rem, serta pad rem dengan piringan tentu saja panas. Gesekan ini akan menimbulkan panas, yang merambat ke pelek roda. Hal ini wajar jika pelek menjadi hangat. Ketika pada pelek terjadi panas yang berlebihan, ini perlu kita waspadai. Penyebab panas yang berlebihan berasal gesekan secara terus menerus, meski pedal rem tidak ditekan.

Sama seperti gejala no 7, maka sahabat teknisi mobil harus memperbaiki rem pada roda yang velg nya terlalu panas.



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *