Kapasitas Oli Mesin Yaris

Diposting pada


Mobil dengan kesan anak muda ini cukup banyak digemari, kapasitas oli mesin Toyota Yaris sebesar 3,1 liter tanpa filter oli. Untuk kapasitas oli mesin Yaris jika diganti beserta filternya membutuhkan oli sebanyak 3,3 liter. Toyota Yaris, ini ditenagai dua pilihan mesin bensin berkapasitas 1496 cc, tersedia dengan transmisi CVT and Manual.

Hatchback terbaru dari Toyota, Yaris, hadir dengan 4 varian. Varian tertinggi hadir dengan mesin Petrol 1496 cc, yang mampu menghasilkan tenaga hingga 106 hp dan torsi puncak 140 Nm. Yaris 1.5 S CVT GR Sport 7 AB berkapasitas 5-penupang dibekali juga dengan transmisi 7-Speed CVT. Sistem keamanannya dibekali Engine Immobilizer & Central Locking.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin C-HR

Kapasitas Oli Mesin Yaris

PT Toyota Astra Motor (TAM) terus mengembangkan berbagai tipe, termasuk hatchback yang menjadi model cukup laris dan diminati pasar Indonesia. Hadirnya Toyota Yaris model 2020 tentu saja merupakan pembaruan dari Yaris tipe sebelumnya. Dimana, memang ada beberapa perbedaan cukup mendasar. sebut saja radius putarnya yang kini menjadi lebih pendek yakni 5,1 meter.

Tentu saja, fakta tersebut pun diklaim bakal mampu memberikan nilai tambah sekaligus kemudahan bagi pengemudi dalam melakukan manuver. Selain itu, Toyota Yaris 2020 mendapat beberapa tambahan pembaruan yang lebih fungsional dan tentunya modern untuk menjamin kebutuhan para penumpangnya dibandingkan Yaris model sebelumnya.

Dengan kapasitas oli mesin Toyota Yaris sebesar 3,1 liter mampu mendorong tipe mesin DOHC Dual VVT-i dengan kapasitas 1.5 liter (1.496 cc). Mobil ini menawarkan dua pilihan transmisi manual 5 percepatan atau CVT 7 percepatan.

Fakta Tentang Toyota Yaris Gen 1

Toyota Yaris gen 1 hadir pada tahun 2006. Hatchback pesaing dari Honda Jazz ini dijajakan hingga 2013 dan sempat mengalami dua kali penyegaran pertama tahun 2009 dan yang kedua, tiga tahun setelahnya. Bicara generasi kedua Yaris, mobil yang dirakit di Indonesia ini diluncurkan pada tahun 2014 dan dijual hingga 2018 sebelum digantikan generasi ketiganya dengan julukan Yaris Joker. Secara penampilan, Yaris gen 2 terlihat lebih sporty, aerodinamis, dan panjang dibanding generasi pertamanya berkat ubahan besar yang dilakukan oleh Toyota.

Akselerasi yang empuk

Secara dimensi, Yaris Gen 1 memiliki panjang 4.115 mm, lebar 1.700 mm, serta tinggi 1.475 mm. Untuk wheelbasenya lebih panjang 110 mm dibanding model sebelumnya, sehingga membuat mobil ini dinobati sebagai hatchback terluas di kelasnya. Memiliki kabin luas dengan harapan dapat memberikan kenyamanan selama berkendara, ternyata tidak didukung dengan bantingan yang disuguhkan.

Untuk bantingan yang dihasilkan, ketika melewati jalan keriting Yaris Gen 1 terasa lebih stiff ketimbang Yaris Gen 2. Secara spesifikasi, Toyota Yaris bakpao menggunakan supensi berjeniskan independent McPherson strut di bagian depan dan rigid axle with torsion beam di roda belakangnya. Yaris Gen 2, di bagian depannya dibekali suspensi independent McPherson Strut dan Torsion Beam di roda belakangnya.

Jarak Pandang Yang Luas

Dari segi berkendara, Toyota Yaris Gen 1 terasa lebih luas ketimbang Yaris Gen 2 meski panel instrumen generasi pertama Yaris dilekatan di tengah. Hal ini terjadi lantaran dashboardnya mobil ini dibuat lebih landai serta lebar. Tak hanya itu, Yaris Gen 1 juga terasa praktis berkat adanya tujuh cup holder, dua buah laci di bawah center cluster, serta console tengah yang bisa dimanfaatkan untuk menaruh handphone ataupun dompet.

Performa Yang lincah

Pada Yaris Gen 1 mempunyai panjang 3.750 mm, lebar 1.695 mm serta tinggi 1.530 mm. Sedangkan Yaris Gen 2 secara dimensi memiliki panjang 4.115 mm, lebar 1.700 mm, serta tinggi 1.475 mm. Meski secara ukuran body Yaris Gen 1 mungil, mobil ini memiliki head room lebih luas ketimbang Yaris Gen 2. Bukan cuma itu, generasi pertama Yaris juga terasa lebih lincah ketika digunakan di dalam kota untuk selap-selip menembus kemacetan.

Lebih Responsif

Baik Toyota Yaris Gen 1 dan Yaris Gen 2 sama-sama dibekali mesin 1NZ-FE DOHC VVT-i 4-silinder segaris, DOHC 16 valve 1.497 cc yang dipadukan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan. Di atas kertas Yaris Gen 2 mampu meraup tenaga hingga 109 PS pada 6.000 rpm dengan tenaga puncak mencapai 141 Nm di putaran 4.200 rpm.

Melihat spesifikasinya, mobil ini memiliki tenaga yang sama, yakni 109 PS di 6.000 rpm. Hanya saja untuk torsi yang dihasilkan lebih besar 1 Nm, yakni 142 Nm pada 4.200 rpm. Mengenai karakter yang dihasilkan, Yaris Gen 1 terasa lebih responsif. Selain memiliki torsi yang meningkat 1 Nm, secara bobot mobil ini juga lebih ringan.

Putaran Roda Lebih Cepat

Bila dibandingkan dengan Toyota Yaris Gen 1, Yaris Gen 2 memiliki radius putar lebih besar. Di atas kertas radius putarnya berada di 5,7 meter sehingga sedikit menyulitkan penggunanya ketika hendak putar balik, bermanuver di dalam kota, maupun memarkirkan kendaraan di tempat sempit. Selain radius putarnya yang besar, setirnya Yaris Gen 2 juga terasa lebih berat sehingga mengurangi rasa nyaman ketika berkendara terlebih saat melakukan parkir.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Alphard

Tentang Toyota Yaris

Toyota Yaris yang mulai diproduksi sejak 17 Maret 2014 ini dipasarkan di Indonesia dan dirakit langsung di pabrik Toyota di Karawang, Jawa Barat oleh PT Toyota Astra Motor. Toyota Yaris bisa dibilang menjadi bagian dari mobil hatchback Segmen B dengan dimensinya yang kompak. Sedangkan mesinnya menggunakan model 2NR-FE 1.5L 4-silinder serta pilihan transmisi manual dan CVT.

Tipe Toyota Yaris untuk pertama kalinya muncul di Indonesia pada 2006 dengan pilihan tiga varian,E, S dan S Limited. Ketiganya memakai mesin 1NZ-FE dari Toyota Vios yang lebih dulu muncul di Indonesia, dan hadir dalam pilihan transmisi otomatis 4-percepatan dan manual 5-percepatan. Tahun 2009, Toyota Yaris mendapatkan tambahan dua varian, yakni varian paling dasar J, dan S Limited TRD Sportivo.

Yang hadir dengan bodykit agresif dan setting suspensi khusus yang membuat mobil lebih pendek. Tahun 2012, Yaris kembali mendapatkan facelift, namun hanya dijual sampai Oktober 2013 karena generasi XP150 akan hadir. Mobil Toyota Yaris generasi kedua (XP150) diperkenalkan ke pasar Indonesia pada Maret 2014 dan hadir dalam tiga varian, E, G, dan TRD Sportivo.

Ketiga varian masih menggunakan mesin 1NZ-FE yang hadir dalam dua varian, otomatis dan manual. Tahun 2016, Tipe XP150 mendapat update penting dengan mengganti mesin 1.500cc 1NZ-FE menjadi 2NR-FE, masih dengan kapasitas sama, namun dengan teknologi Dual VVT-i, dan transmisi otomatisnya diganti menjadi CVT 7-percepatan.

Memasuki tahun 2018, Toyota Yaris XP150 mendapatkan facelift yang mengubah tampang mobil secara signifikan, dan juga penyegaran di sisi interior dan fitur. Yaris hadir sebagai pilihan city car milik Toyota yang cukup laris di segmennya. Dimensinya kompak namun tetap memberikan ruang kabin yang lapang.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Toyota C-HR 1.8 A/T Hybrid

Eksterior

Perubahan bagian eksterior Toyota Yaris terlihat cukup tampak. Mulai dari sisi depan di mana lampu proyektor halogen dengan aksen lingkaran merah yang menguatkan kesan sporty. Model lampu juga kini terlihat pipih, dan menyatu dengan grille atas yang diberikan aksen hitam. Turun sedikit ke bawah kita melihat grille utama yang berukuran besar dengan pattern honeycomb, dengan LED Daytime Running Lights (DRL) di bagian ujung atasnya.

Varian yang dibahas ini Toyota New Yaris TRD Sportivo.  Hal ini terlihat dari model bodykit yang agresif dengan aksen merah khas TRD yang menyambungkan kedua foglamp. Bagian samping mobil juga terlihat lebih berisi dengan side skirts, secara umum kita tidak melihat ubahan signifikan pada facelift untuk bagian samping, kecuali pillar C yang diberi finishing hitam sehingga memberikan kesan floating roof.

Beralih ke belakang mobil, kesan sporty langsung terlihat dengan hadirnya rear roof spoiler. Serta rear bumper dengan diffuser serta reflektor. Desain lampu belakang Toyota Yaris senada dengan lampu depan, yakni dengan layout horizontal yang disambungkan dengan garnish finishing hitam dan garis merah.

Interior

Secara umum, desain interior Toyota New Yaris TRD Sportivo memadukan aura sporty dengan sentuhan modern. Bagian dashboard hadir dengan aksen finishing hitam dan silver, dengan layout dashboard bagian tengah berisi layar multimedia 7 inci yang sudah mendukung konektivitas USB, bluetooth, dan miracast, serta pengontrol AC dengan digital display yang hanya ada di varian ini saja.

Sebagai mobil dengan dua baris tempat duduk, Toyota New Yaris hadir dengan akomodasi yang baik untuk lima penumpang. Jok Toyota Yaris sendiri memakai material fabric yang lembut, dan dapat menopang tubuh dengan baik saat mobil bermanuver. Posisi duduk pengemudi dan penumpang juga dapat diatur secara manual dengan tuas di sisi jok.

Desain setir yang dipakai tidak sekeren facelift terakhir Toyota Yaris XP90. Namun material kulit berkualitas dipakai untuk melapisi lingkar kemudi cukup memberikan kesan mewah. Ditambah kontrol multifungsi untuk mengatur MID dan audio, serta paddle shift di belakang setir. Panel instrument cluster Toyota Yaris sendiri memadukan teknologi analog optitron dan TFT MID, yang menunjukan beberapa hal, seperti kilometer, trip A-B, sampai konsumsi bensin.

Dimensi mobil yang membesar memberikan akomodasi lebih baik pada Toyota New Yaris, termasuk kapasitas bagasi 441 liter. salah satu yang terbaik di kelasnya. Jika dirasa kurang cukup, Anda bisa melipat kursi kedua dan meningkatkan ruang kargo secara signifikan.

Mesin dan Performa

Toyota New Yaris memakai mesin 2NR-FE Dual VVT-i berkapasitas 1.496cc yang menghasilkan tenaga 105 HP dan torsi 140 Nm. Mesin ini mengalirkan tenaga ke roda depan melalui pilihan transmisi CVT 7-percepatan dan manual 5-percepatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, mesin 2NR-FE terasa cukup adaptif untuk digunakan di dalam berbagai kondisi.

Selanjutnya, Toyota New Yaris bisa diset untuk menjaga efisiensi BBM dengan mode Eco, atau jika Anda ingin ngebut, mode Sport bisa mengakomodirnya dengan mengatur gigi secara virtual melalui paddle shift. Perlu dicatat fitur ini hanya tersedia di varian TRD Sportivo bertransmisi otomatis. Soal handling, terasa Toyota New Yaris terasa lebih fun to drive jika dibanding varian pre-facelift, khususnya saat bermanuver.

Setir terasa lebih direct, hal ini tentu tidak terlepas dari ubahan suspensi yang dibuat sedikit lebih rebah. Namun hal ini tidak berpengaruh banyak terhadap radius putar yang masih jadi kelemahan. Mode berkendara yang disematkan di Toyota New Yaris TRD Sportivo CVT membuat mesin 2NR-FE jadi lebih adaptif menanggapi input sang pengemudi. Termasuk saat memakai mode Eco yang dikenal lebih bahan bakar.

Driving mode pada New Yaris TRD Sportivo CVT bisa jadi penunjang efiesiensi bahan bakar
Ketika menggunakan mode Eco, konsumsi rata-rata BBM untuk dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/jam berada di kisaran 13,4 km/liter. Untuk pemakaian rute luar kota dengan kecepatan rata-rata 87 km/jam bisa mencatatkan konsumsi bensin 19,6 km/liter di MID.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Voxy

VVTi dan VTEC

Motor bakar atau yang mungkin lebih sering disebut mesin, memiliki intake dan exhaust valve. Pada mesin modern, valve ini dapat diatur lama membuka atau menutupnya dengan sistem variable valve timing. Ada beberapa nama yang digunakan produsen mobil: Toyota-VVTi, Honda-VTEC, BMW-VANOS, Koenigsegg-Freevalve, dsb.

Sistem VVTi pada mesin Toyota mengatur timing dari intake valve agar bisa menutup lebih lambat (retard). Sehingga lebih banyak udara yang masuk dan membuat tenaga mesin bertambah. Misal saat operasi normal, intake valve membuka selama 2milisekon, tetapi saat VVTi aktif karena komponen VVTi vane, intake valve dapat membuka selama 3milisekon. Sistem ini mirip dengan VANOS pada BMW.

Dibandingkan VVTi dan VANOS, VTEC Honda memiliki kelebihan, selain dapat mengatur timing dari valve menjadi lambat, dia juga dapat mengatur kedalaman valve misal dari 2mm menjadi 4mm. Selain itu VTEC dapat mengatur baik intake maupun exhaust valve. Hal ini membuat lebih banyak lagi udara yang bisa masuk dibanding VVTi, dan membuat gas buang lebih banyak keluar sehingga pembakaran yang dihasilkan lebih baik.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Ayla



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *