Kapasitas Oli Mesin Vellfire

Diposting pada


Kapasitas oli mesin Velfire saat ganti oli membutuhkan oli sebesar 5,5 liter dengan volume mesin 2.494 cc 4 silinder Dual VVT-i. Ganti oli sebaiknya dilakukan setiap 5.000 atau 10.000 kilometer, tergantung dari jenis oli yang dipakai. Kapasitas oli mesin Vellfire saat ganti filter oli sebesar 6 liter yang sebaiknya diganti saat melakukan ganti oli.

Semakin besar kapasitas mesin mobil, maka semakin besar pula oli mesin yang dibutuhkan. Pabrikan tentu mengerti berapa liter kapasitas oli mesin yang dibutuhkan oleh mobil. Oleh sebab itu, Anda harus tahu seberapa besar kapasitas oli mesin mobil Anda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda saat penggantian oli mesin mobil.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Veloz

Kapasitas Oli Mesin Vellfire

Kapasitas oli mesin tiap jenis mobil tentu berbeda-beda, seperti kapasitas oli mesin Vellfire sebesar 6 liter sama persis seperti milik Alphard. Salah satu resiko terbesar apabila Anda tidak mengetahui besaran kapasitas maksimal oli mesin mobil adalah kelebihan atau kekurangan mengisi oli mesin mobil. Sebab, kelebihan dan kekurangan mengisi oli mesin mobil ini dapat berakibat fatal, salah satunya adalah terjadinya overheating.

Guna menghindari resiko kerusakan pada mobil, maka Anda harus tahu seberapa besar kapasitas oli mesin mobil Anda. Untuk itu, ini dia daftar kapasitas oli mesin mobil sesuai dengan jenis, merk, dan juga ukuran mesin mobil.

Biaya Service Vellfire

Toyota Vellfire hadir sebagai pilihan MPV premium bergaya sporty, berbeda dibandingkan saudaranya Toyota Alphard yang menampilkan kesan formal. Di awal tahun 2020 lalu, Toyota Vellfire mendapatkan penambahan fitur yang membuatnya semakin menarik untuk dimiliki.

Harga Toyota Vellfire 2020 tidak beda jauh dengan tahun 2020, dan memang cukup tinggi dibandingkan MPV lainnya. Harga Toyota Vellfire 2020 yang sama dengan harga Toyota Alphard 2.5 G A/T yang dibanderol Rp1,19 miliar. Beda Alphard dan Vellfire yaitu dari aksen desain dan kelengkapan fiturnya saja.Tetapi bagaimana dengan biaya perawatan Vellfire? Mari kita hitung berapa total biaya servis Toyota Vellfire hingga pemakaian 100.000 kilometer melalui fitur m-Toyota.

1.000 km

Untuk layanan Vellfire, PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan gratis biaya servis untuk kali pertama di bengkel resmi ketika mobil sudah memasuki pengendaraan 1 bulan. Anda akan mendapatkan servis oli mesin dan engine coolant, pemeriksaan aki, oli rem, suspensi dan lainnya secara gratis.

10.000 km

Ketika memasuki pengendaraan 10.000 kilometer, maka perawatan yang diperlukan untuk Vellfire yaitu servis oli mesin, filter oli, gasket dan balance weight. Servis yang diberikan sama hingga pengendaraan Toyota Vellfire 50.000 kilometer dengan biaya per servis Rp575,5 ribu.

60.000 km

Ketika mobil Vellfire memasuki jarak kilometer 60.000 atau waktu 3 tahun, Anda tidak lagi mendapatkan gratis biaya servis. Komponen yang diganti dan diperiksa yaitu oli mesin, filter oli, gasket, balance weight, dan oli rem DOT3. Total biaya perawatan Vellfire yang dibutuhkan yaitu Rp1,7 jutaan

80.000 km

Selain oli mesin, filter oli, gasket, balance weight, maka perawatan Vellfire ketika menyentuh 80.000 kilometer membutuhkan penggantian oli rem DOT3, pembersih udara, dan filter bahan bakar. Dengan komponen lebih banyak, biaya servis Toyota Vellfire pada saat ini seharga Rp5,6 jutaan.

100.000 km

Ketika mobil sudah menempuh 100.000 atau 62 bulan, maka disarankan untuk melakukan servis oli mesin, filter oli, gasket, balance weight, ganti busi, gasket transmisi otomatis, dan ganti oli transmisi dengan total biaya Rp 3,1 jutaan. Jika ditotal, maka biaya yang dibutuhkan bagi pemilik Toyota Vellfire hingga pemakaian 100.000 atau 5 tahun berada pada kisaran Rp15 jutaan.

Harga perawatan Vellfire yang tertera di daftar ini bisa berbeda-beda tergantung dengan bengkel tempat Anda melakukan perawatan berkala.

Baca juga: Waktu yang Tepat Mengganti Oli Matic Mobil

Tips Cara Menentukan Kapasitas Oli Mesin Vellfire

1. Baca Buku Manual

Buku manual merupakan gudang informasi terkait urusan teknis kendaraan Anda. Di dalam buku manual mobil Toyota dijelaskan mengenai pelumas yang sesuai dengan kebutuhan mobil. Pelajari dengan cermat jenis oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobil Anda.

2. Cek Parameter SAE

SAE (Society of Automotive Engineers) adalah salah satu parameter yang bisa dimanfaatkan dalam memilih oli mobil. SAE merupakan indeks kekentalan cairan yang ada pada oli mesin. Biasanya terdapat kode spesifikasi oli pada mesin mobil yang tertulis 0W-20, 0W-40, 10W-40, 20W-50 dan lain sebagainya.

Artinya, oli tersebut memiliki SAE multi grade dengan tingkat kekentalan yang dapat berubah tergantung dari suhu oli. Contoh, SAE 0W-20 yang banyak dipakai oleh mesin mobil Toyota, kode itu menunjukkan bahwa oli tersebut memiliki kekentalan SAE 0 pada kondisi suhu dingin dan memiliki kekentalan SAE 20 pada kondisi suhu yang panas.

Dengan demikian, oli akan memberi perlindungan optimal meski mesin dinyalakan dalam kondisi yang sangat ekstrem sekalipun karena sudah sesuai kebutuhan mesin kendaraan. Dan tetap optimal saat harus kena macet ketika suhu panas.

3. Perhatikan API Service

API (American Petroleum Institute) merupakan sebuah institusi yang mengatur penetapan kualitas tingkat kemampuan oli untuk menjaga performa mesin. Kualitas oli mesin sudah diklasifikasikan berdasarkan jenis, masa pakai, teknologi, dan parameter lainnya. Ketika memilih oli mesin, pemilik mobil Toyota wajib memperhatikan kode API service.

Jangan sampai menggunakan oli mesin dengan API service lebih rendah dari yang ditetapkan pabrikan karena bisa menurunkan ketahanan mesin untuk jangka panjang.

4. Periksa Sertifikasi Oli

Dengan memilih oli yang telah tersertifikasi, maka oli tersebut telah terjamin standar dan kualitasnya karena telah diuji oleh lembaga independen dan kredibel. Beberapa badan yang mengeluarkan sertifikasi antara lain, API, ACEA, ILSAC, dan JASO.

5. Pilih Oli Sintetis

Secara garis besar, ada 2 jenis oli, yaitu oli mineral dan oli sintetis. Oli mineral berasal dari ekstraksi minyak bumi dan lebih alami. Masalahnya, oli jenis ini kurang bisa memenuhi tuntutan mesin mobil Toyota modern. Sementara oli sintetis berasal dari zat kimia dengan formula aditif yang diracik sesuai dengan kebutuhan mesin mobil modern.

Formulanya dibuat agar memiliki kadar penguapan yang rendah, tahan gesekan sehingga dapat melumasi komponen dengan baik, tahan oksidasi untuk mencegah karat, dan punya daya pembersih tinggi.

6. Ganti di Bengkel Resmi Toyota

Di pasaran sangat banyak beredar jenis oli yang diklaim sanggup memenuhi tuntutan mesin mobil Toyota masa kini yang sarat teknologi canggih. Opsi berlimpah ini pasti membuat pemilik mobil bingung, ditambah potensi mendapatkan oli palsu. Cara paling mudah adalah menyambangi bengkel resmi Toyota untuk ganti oli mesin.

Tenaga service advisor yang bertugas akan merekomendasikan oli mesin yang paling pas untuk mobil Toyota. Apalagi untuk mobil baru yang masih dalam masa garansi, sebaiknya mengganti oli mesin di bengkel resmi Toyota setiap 6 bulan sekali atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu, sesuai jadwal servis berkala.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin All New Xenia

Transmisi Matic Velfire

Mobil Toyota Velfire memiliki oil transmisi yang berbeda dengan saudara kandungnya yaitu Toyota Alpard. Pada Toyota Alphard , system transmisinya masih mengunakan AT Torque Converter sedangkan Velfire mengunakan CVT (continously variable transmision), berikut penjelasan mengenai perbedaan dari transmisi matic AT vs CVT.

Toyota Velfire tidak memiiliki distick ukuran untuk oil transmisi maticnya. Dari pihak Pabrikasi memang tidak ada letak dan posisi untuk dipstik pemeriksaaan oil transmisi sehingga para pemilik Toyota Velfire hendaknya rutin untuk memeriksakan kepada bengkel bengkel yang benar benar memahami tentang proses Tune Up khusus Toyota Velfire.

Mobil Transmisi Otomatis CVT (Continuously Variable Transmission)

Mobil dengan transmisi otomatis CVT, menggunakan perangkat puli dan sabuk baja sebagai komponen utama pengggerak transmisi. Transmisi jenis CVT dapat melakukan perubahan gigi rasio menyesuaikan dengan putaran mesin. Hal ini membuat mobil yang menggunakan transmisi otomatis CVT, perpindahan gigi sangat halus dan terkadang tidak terasa oleh pengemudi.

Selain itu, hentakan saat perpindahan gigi juga sangat kecil. Kelebihan lain dari mobil transmisi otomatis menggunakan CVT, pengemudi tidak memerlukan RPM tinggi, untuk mendapatkan tenaga besar, tentunya dengan pemakaian normal seperti di dalam kota. Dengan RPM mobil yang jarang tinggi, membuat mobil dengan transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.

Kelebihan & Kekurangan Transmisi CVT VS AT

Ketika anda ingin mendahului mobil lain, pada transmisi CVT tarikan lebih terasa halus, sebab tidak ada hentakan akibat perpindahan transmisi. Tapi jika anda perlu akselerasi cepat untuk menyalip, saya yakin anda pasti kecewa. Pada transmisi CVT, ketika pedal gas anda angkat setelah melakukan akselerasi untuk menyalip, anda tidak perlu menekan gas terlalu banyak karena kecepatan mobil masih terjaga.

Engine brake (pengereman dengan mesin), pada transmisi CVT lumayan terasa, namun tidak sebagus transmisi manual. Jika anda melewati jalanan turunan, pada transmisi CVT, pengereman akan dibantu oleh engine brake dan transmisi juga berpindah secara otomatis untuk membantu pengereman.

Selain itu perpindahan gigi yang halus, membuat mobil CVT dalam perpindahan gigi sedikit mengalami penurunan RPM mesin. Tentunya hal ini membuat transmisi CVT lebih irit bahan bakar, dibandingkan dengan transmisi AT. Tetapi ada juga kekurangannya, mobil dengan transmisi CVT cendrung kurang responsif dalam akselerasi dibandingkan dengan mobil transmisi otomatis AT.

Selain itu, pengantian oli transmisi pada mobil dengan transmisi CVT, tidak boleh sembarangan, anda harus mengikuti standar oli rekomendasi dari dealer resmi. Sedangkan kalau di transmisi otomatis AT, performa akselerasi lebih bagus dari CVT, selain itu biaya perawatan lebih murah. Hanya saja hentakan perpindahan gigi masih terasa. Untuk engine brake transmisi AT tidak sebagus CVT dan kecendrungan sedikit nyelonong kalau posisi tranmisi di D (Drive). Jadi harus menggunakan mode manual (M +/- atau D, 3, 2, L) terutama pada saat jalan turunan.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Ayla

Fitur Pada Vellfire

Toyota menyematkan sejumlah fitur baru agar penumpang dan pengemudi Vellfire kian merasakan keselamatan tingkat tinggi. Maka dengan bangganya pabrikannya itu mengumumkan bahwa Toyota Vellfire kini sudah memiliki fitur Toyota Safety Sense. Dalam Toyota Safety Sense, terdapat kumpulan fitur keselamatan berkendara dengan klaim standar tertinggi. Fitur-fitur tersebut adalah Pre-Collision System (PCS), Lane Departure Alert (LDA), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) dan Automatic High Beam (AHB).

Pre-Collision System

Untuk mengetahui semuanya, mari kita bahas satu per satu. Yang pertama adalah Pre-Collision System (PCS), dengan fitur ini pengguna mobil Toyota Vellfire mendapat perlindungan dari sistem radar yang terintegrasi. PCS akan memberikan peringatan melalui audio dan visual terhadap potensi terjadinya benturan. Fitur PCS ini dapat secara otomatis mengurangi kecepatan, sehingga resiko benturan bisa dihindari atau dikurangi.

Lane Departure Alert

Kedua adalah Lane Departure Alert (LDA), dengan aktifnya fitur ini, maka akan sangat membantu pengemudi menghindari kecelakaan. Sebab LDA secara otomatis akan memberi peringatan ketika kendaraan keluar dari jalur pada saat berkendara.

Dynamic Radar Cruise Control

Ketiga adalah Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) yang akan membantu pengendara memantau keberadaan kendaraan lain yang ada di depan dan menjaga jarak aman. Saat DRCC aktif, maka secara otomatis akan mengurangi kecepatan mobil, bahkan melakukan pengereman jika radar menunjukkan jarak dengan kendaraan lain sudah tidak aman.

Automatic High Beam

Keempat adalah Automatic High Beam (AHB) yang sangat membantu pengemudi dalam perjalanan di malam hari. Fitur ini akan mendeteksi kendaraan dari depan dan secara otomatis akan mengurangi pencahayaan pada lampu jauh dan akan kembali menyala normal jika kendaraan dari depan sudah lewat.

Tire Pressure Monitoring System

Selain fitur di atas, ada pula yang di luar Toyota Safety Sense, yakni penunjang keselamatan baru bernama Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Sesuai namanya, fitur ini akan memberi peringatan bila tekanan ban rendah. Fitur Tire Pressure Monitoring System ini juga akan sangat membantu pengguna untuk mempertahankan kenyamanan kendaraan dan juga dampak buruk yang mungkin terjadi pada ban dan velg jika tekanan ban rendah.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Mobilio



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *