Kapasitas Oli Mesin New Baleno

Diposting pada


Kapasitas oli mesin Suzuki New Baleno sebesar 4 liter berikut filter oli dan 3,7 liter jika tidak dengan filter oli. Menggunakan kode K15B, mesin Suzuki New Baleno mempunyai 4 silinder dengan kapasitas 1500 cc dan mempunyai tenaga 104 PS yang bisa Anda capai di 6000 RPM, serta torsi 134 Nm di 4400 RPM.

Suzuki New Baleno

Mesin baru ini jauh lebih istimewa dibandingkan dengan pendahulunya, Baleno lama. Bila dari segi kapasitas, bahkan New Baleno juga jauh lebih besar, sehingga performanya akan lebih gahar.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Jimny

Kapasitas Oli Mesin New Baleno

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengecek oli mobil, Salah satunya adalah dengan dipstick. Dipstick dapat digunakan untuk mengukur kapasitas oli mesin Suzuki New Baleno. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan pengecekan oli pada kendaraan roda empat. Salah satunya adalah dengan dipstick.

Dipstick adalah batang yang pipih yang akan dicelupkan pada tempat penyimpanan oli di dalam mesin. Sesuai namanya, penggunaan alat ini adalah dengan mencelupkannya atau dengan dipping itu sendiri. Alat ini umumnya merupakan bagian dari mobil yang sudah disediakan oleh produsennya dan langsung kamu dapatkan sepaket saat membeli mobil.

Fungsi dipstick atau stik oli adalah agar pemilik kendaraan bisa dengan mudah memeriksa kualitas dan volume oli dari luar mesin. Dipstick tidak hanya berlaku untuk mesin mobil, tapi juga untuk penggunaan dipstick untuk pengecekan oli motor.

Cara Membaca Dipstick Oli Mobil

Dipstick adalah suatu besi pipih yang bisa digunakan untuk mengecek keadaan dari oli mobil kita. Alat ini sudah diberikan secara langsung oleh produsen mobil untuk kita gunakan.

Namun, ada kemungkinan yang cukup besar kalau Anda masih belum mengerti cara menggunakan dipstick ini. Berikut ini adalah beberapa cara membaca dipstick oli mobil yang perlu Anda ketahui.

Parkir Mobil di Permukaan yang Rata

Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah memarkirkan mobil pada permukaan jalan yang rata. Hal ini dilakukan supaya Anda bisa mendapatkan pembacaan oli yang lebih akurat lagi. Di sini Anda  harus memastikan kalau oli tidak ada dalam keadaan miring ke salah satu bagian yang akan memberikan sedikit pembacaan yang kurang akurat.

Pastikan Mesin Mobil dalam Keadaan Mati

Untuk kebanyakan mobil, sangat direkomendasikan untuk pengemudi mengecek oli mereka saat mesinnya sedang dingin. Namun beberapa automaker merekomendasikan pengecekan saat mesin dalam keadaan hangat untuk beberapa kendaraan. Beberapa faktor yang mempengaruhi temperatur mesin ideal untuk pengecekan oli adalah termasuk jenis oli yang digunakan dan temperatur di lokasi.

Buka Kap Mesin dan Cabut Dipstick Oli

Biasanya akan ada palang di suatu tempat pada bagian pinggir pintu pengemudi yang terlihat seperti bagian depan. Anda akan menarik atau mendorong palang ini bergantung dengan model dari kendaraan mobil. Lalu Anda harus keluar dari mobil untuk melihat depan kapnya untuk sebuah palang, biasanya ada di tengah tapi ada juga yang sedikit miring.

Tarik lalu angkat kap mobil untuk melihat keadaan mesin. Pada beberapa mobil, kap akan terus berdiri sementara yang lainnya akan membutuhkan bantuan untuk bisa berdiri.

Perhatikan Level Indikator Volume Oli

Anda perlu memperhatikan level indikator volume oil pada mesin mobil. Biasanya, ada dua titik kecil di ujung dipstick, di mana yang satu menunjukkan kalau oli sudah penuh atau yang lainnya lagi menunjukkan jumlah minimal oli yang seharusnya ada. Cara melihat dipstick oli adalah dengan memastikan titik minimum yang harusnya dekat dengan ujung, dan titik maksimum harus sekitar satu inci atau lebih lebih tinggi.

Pada mobil yang memiliki oli dengan jumlah yang cukup, maka garisnya ada pada sekitar pertengahan kedua titik itu. Secara general, titik yang berada untuk minimum akan berada di paling ujung dari dipstick. Jika garis dari ada oli pada dipstick berada di pertengahan ujung dan titik tersebut maka Anda harus menambahkan oli ke mobil.

Dengan kata lain, tanda yang umum terdapat pada ujung dipstick berupa huruf ‘F’ (full/penuh) dan ‘E’ (empty/kosong). Di antara kedua huruf itulah, kamu bisa menemukan garis-garis yang menandakan volume oli. Apabila oli menempel pada garis antara minimum dan maksimum, volume oli mobil Anda berarti masih aman.

Perhatikan Kondisi Warna Oli

Warna dan konsistensi dari oli mesin akan menunjukkan umurnya dan kemungkinan beberapa masalah efisiensi mesin lainnya yang harus Anda ketahui. Setelah Anda melepaskan dipstick, Anda akan mengetahui kualitas dari oli mesinmu. Oli mesin yang berada dalam keadaan yang baik akan berwarna kuning sedikit kehijauan, dan tidak boleh terlalu gelap.

Lap sedikit oli yang menempel di dipstick dan periksa oli tersebut di sebuah kain. Cara cek oli ini berlaku untuk mobil Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Toyota Kijang Innova, Daihatsu Xenia, Honda Jazz, hingga jenis dan merek mobil apapun. Oli akan berubah warnanya dari emas ke coklat dan hitam semakin lama oli tersebut keluar dari mesin.

Metal filings dan particulate akan sedikit demi sedikit merusak silinder mobil dari waktu ke waktu yang menjelaskan kenapa oli harus diganti sesuai dengan interval jasa yang direkomendasikan.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin dan Transmisi SX4 S-Cross

Tanda Pada Dipstick

Ada tiga kondisi dipstick yang perlu kamu ketahui seperti berikut ini.

a. Oli Rendah atau Posisi Berada di Bawah LOW (L)

Kondisi ini menunjukkan kapasitas oli kurang dan harus ditambah. Penyebabnya bisa dari kemungkinan oli mesin bocor atau terdapat rembesan oli di sekitar mesin.

b. Oli Normal atau Posisi Berada di Antara LOW dan FULL

Kondisi ini menunjukkan kapasitas oli yang tidak mengalami masalah.

c. Oli Berlebihan atau Posisi Berada di Atas Tanda FULL

Kondisi ini menunjukkan oli mobil terlalu penuh. Perlu diketahui, oli mesin mobil yang terlalu banyak bisa menyebabkan mesin menjadi berat saat jalan akibat poros mesin yang terendam oleh oli.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Suzuki APV

CAIRAN DI MOBIL YANG PERLU PENGGANTIAN RUTIN

Oli transmisi

Ini adalah hal yang tidak boleh dilupakan oleh pemilik mobil, mengingat kegunaan oli transmisi ini sangatlah vital, untuk melumasi bagian mekanis di dalam sistem transmisi. Baik pada mobil bertransmisi manual ataupun otomatis ada perawatan berkala. Kalau oli mesin memiliki fungsi utama untuk mengurangi gesekan antar komponen dalam mesin, maka oli transmisi merupakan pelumas yang digunakan pada sistem transmisi.

Umumnya, oli transmisi pada mobil manual akan lebih sering diganti daripada mobil dengan transmisi otomatis. Biasanya dilakukan penggantian oli transmisi manual setiap 10.000 km. Pada mobil bertransmisi matik, akan dilakukan pengecekan oli transmisi setiap 20.000 km. Jika ditemukan kekurangan pada oli transmisi ini sebaiknya segera ditambah untuk menghindari terjadinya kerusakan pada sistem transmisi.

Oli gardan

Terkadang pemilik mobil sering melupakan penggantian oli gardan (differential) yang hanya ada pada mobil penggerak roda belakang atau empat roda seperti Pajero Sport dan Triton. Ini adalah komponen gir pada mobil yang berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin ke poros roda. Komponen ini dapat terletak di dalam transmisi atau terpisah dengan transmisi. Oli gardan diperlukan agar penghubung antara transmisi dan gardan menjadi lebih halus serta bebas hambatan, juga meningkatkan kinerja mesin.

Waktu penggantian oli gardan disarankan dilakukan antara 50 ribu sampai 80 ribu kilometer jarak tempuh. Hal penting yang harus Anda perhatikan saat mengganti oli gardan adalah kekentalannya. Oleh sebab itu, Anda wajib menyesuaikan oli gardan dengan yang dianjurkan di buku manual kendaraan.

Air Radiator

Mengecek air radiator merupakan hal yang wajib Anda lakukan setiap sebelum memanaskan mesin mobil. Cek seberapa banyak air yang ada pada radiator mobil Anda. Anda juga bisa mengeceknya dari wadah penampungan cadangan air radiator yang diletakkan terpisah dari radiator tersebut. Apabila memang jumlahnya terlihat kurang, segera isi hingga berada di posisi antara max dan minimum dari penampung air radiator.

Minyak rem

Minyak rem memiliki fungsi yang sangat penting untuk menyalurkan tenaga agar rem lebih pakem. Ada beberapa klasifikasi minyak rem yang digunakan pada kendaraan yaitu DOT 2, DOT 3, atau DOT 4. Semakin tinggi angkanya, titik didih dan kualitasnya juga semakin tinggi. Pastikan menggunakan klasifikasi minyak rem yang sesuai dengan spesifikasi atau standar pabrikan.

Oil Power Steering

Untuk kendaraan yang sudah menggunakan teknologi power steering dengan fluida, penting untuk memperhatikan warna dan jumlah oil power steering. Oli ini berfungsi untuk membantu memberikan tenaga dalam memutar steering wheel. Kurangnya oli power steering dapat membuat setir terasa berat saat diputar.

Jika oli power steering berkurang pada penampungan (reservoir), mohon untuk dapat diperiksa apakah ada kebocoran pada jalur steering.

Baca juga: Kapasitas Oli Gardan dan Transmisi Carry Pick up

Suzuki New Baleno

Suzuki Baleno generasi terbaru memberikan kejutan lewat perubahan desain mendasar dari sedan menjadi hatchback. Tampilannya kian sporty, namun tak mendapat sentuhan teknis apapun.  Sebatas mengubah penampilan muka dan penambahan sedikit fitur. Harganya naik hanya sedikit, untuk menjaga value for money tetap tinggi, dan mampu mengganggu dua segmen hatchback yang bisa digarap sekaligus.

Kiprahnya terus belanjut hingga face siklus selanjutnya. Model facelift ketiga model 2022, perubahan Baleno mengikuti penyegaran di pasar India dan market lain. Desain berubah cukup banyak, meski masih mempertahankan pola dasar rancangan sama. Mudah dikenali dari bentuk lampu, grille, bemper depan, hingga lampu belakang.

Spesifikasi berubah mengikuti pasar Afrika Selatan. Kini mesin K14B 1.400 cc peninggalan Ertiga lawas dan All New Swift pensiun. Berganti K15B yang bersemayam juga di All New Ertiga serta XL7. Praktis tenaga dan torsi pun meningkat. Deret fitur baru pun membuatnya kian menarik. Apalagi dibungkus dalam paket harga lebih murah dari kompetitor.

Interior

Interior mengalami revisi lumayan banyak. Desain setir tak lagi pakai gaya jadul sejak Ertiga generasi pertama. Akhirnya berganti model baru meski dipakai juga oleh Ertiga gen-2, Jimny dan lainnya. Pemandangan tak kalah berbeda tersaji di dasbor. Area tengah kini dikuasai monitor ekstrabesar berukuran 9-inci. Sudah dilengkapi ragam konektivitas termasuk Android Auto dan Apple CarPlay. Ventilasi AC dan tombol climate control diubah. Sekarang lebih terlihat rapi.

Warna biru gelap mendominasi jok hingga door trim. Aksen abu dipertahankan untuk memberi kesan elegan. Komposisi fitur kian menarik, Panel AC sudah berbentuk tombol dengan layar digital. Fitur climate control terpasang di dalamnya, yang sangat memudahkan pengaturan suhu kabin agar kian nyaman. Menyalakan dan mematikan mesin lewat tombol saja. Pengaturan posisi mengemudi sempurna mudah didapat berkat tilt dan telescopic steering.

Kursi belakang Baleno tergolong paling lega di kelasnya. Terutama ruang kaki yang lapang yang tercipta akibat wheelbase panjang.

Exterior

Perubahan desain tidak banyak, tapi sangat mengena. Tampilannya kian elok dipandang, lewat penyegaran di bagian terpenting. Muka paling terlihat bedanya. Grille baru tampak melebar di atas dengan pola baru di dalamnya. Bumper berubah total, tampak sporty berupa air dam besar sampai ke area lampu kabut. Solusi dari segi desain eksterior memang pintar. Lampu LED dengan model proyektor tampak menyatu dengan grille yang melebar.

Menjalar ke samping, tidak sesuatu yang jauh berbeda. Garis bahu masih mengalir tinggi ke belakang. Bersama hiasan kromium di lis jendela dan gagang pintu. Desain pelek berubah meski tetap berukuran 16-inci dengan ban 195/55 R16. Di belakang, lampu mendapat satu bidang baru di pintu bagasi. Sepertinya berfungsi juga sebagai lampu dengan pendaran setengah melingkar. Bemper hanya berubah sedikit. Posisi reflektor pindah posisi jadi lebih tinggi.

Ornamen lip abu-abu gelap di sekeliling bodi masih ada. Sayang desain bokong tak mendapat ubahan. Banyak permainan aksen kromium, yang menurut kami justru mengaburkan kesan sport dari bagian muka. Ubahan eksterior tidak mengubah dimensi Baleno sama sekali. Panjangnya tetap 3.995 mm, lebar 1.745 mm, tinggi 1.510 dan wheelbase 2.520 mm.

Mesin

Kode mesin K15B baru pertama kali menghuni kap mesin Baleno. Unit 4-silinder 1,5-liter yang tak lain dipakai juga oleh Suzuki Ertiga dan XL7. Keluaran tenaga mencapai 104,6 PS dengan torsi maksimum 138 Nm. Opsi transmisi manual tetap 5-percepatan. Tapi untuk otomatis menggunakan jenis konvensional torque converter 4-percepatan.

Tidak bisa dibilang berlebih juga. Tipikal mesin kubikasi kecil, torsi puncak lebih bermain di putaran menengah ke atas. Di bawah, cenderung lemas. Apalagi karakter Suzuki yang biasa menerapkan rasio gear halus demi mencapai konsumsi bahan bakar irit. Untuk pemakaian harian di dalam kota sangatlah cukup. Konsumsi BBM irit. Diajak keluar kota pasti lebih efisien lagi.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Honda ZR-V



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *