Kapasitas Oli Mesin Mitsubishi Outlander PHEV

Diposting pada


Mitsubishi hadir dengan Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan kapasitas oli mesin Mitsubishi Outlander PHEV sebesar 4,3 liter dan 4,5 liter jika bersamaan dengan filter oli. Outlander PHEV adalah mobil dengan performa yang dihasilkan kombinasi mesin konvensional bensin ditambah motor listrik yang menggunakan baterai. Kemudian kapasitas oli mesin Mitsubishi Outlander PHEV memiliki harga yang murah dan terjangkau.

Mitsubishi Outlander PHEV 2.4L ditenagai mesin bensin 4B12 2399cc DOHC MIVEC 4-silinder. Diklaim jantung pacu ini menghasilkan tenaga 128 ps @ 4.500 rpm dengan torsi 199 Nm.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Honda ZR-V

Kapasitas Oli Mesin Mitsubishi Outlander PHEV 7-Seater

Outlander PHEV ini hadir dengan 3 mode yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Untuk jangkauan motor listrik mode EV mencapai 54,7 km. Kemudian kapasitas oli mesin Mitsubishi Outlander PHEV sebesar 4,5 liter berikut filter olinya. Hasil paduan motor listrik dan mesin konvensional, mobil ini memiliki konsumsi BBM yang sangat irit, 56 kilometer per liter.

Setelah diperkenalkan di Indonesia tahun lalu, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) resmi meluncurkan salah satu mobil ramah lingkungan andalannya, Mitsubishi Outlander PHEV di Filipina. Peluncuran ini menandai investasi berkelanjutan dari jenama berlambang tiga berlian tersebut di wilayah Asia Tenggara.

Sebagai negara kedua di ASEAN yang menjual Outlander PHEV setelah Indonesia, mobil plug-in hybrid asal Negeri Sakura ini akan dijual di diler pertama yang memasang fitur Mitsubishi Dendo Drive Station, di luar Jepang awal tahun depan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi ASEAN, Mitsubishi berkomitmen untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan melalui pengenalan Mitsubishi Outlander PHEV. Mitsubishi tidak hanya akan mendukung perkembangan industri otomotif dan ekonomi negara, tetapi juga akan mendukung masyarakat untuk melindungi lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Mitsubishi Outlander PHEV ini sejalan dengan perkembangan panjang perusahaan dalam bidang mobilitas elektro, keahlian 4WD, dan teknologi all-wheel control. Kendaraan ini menawarkan efisiensi energi dan pengalaman berkendara yang mulus dengan memanfaatkan sistem 4WD motor ganda dan arsitektur PHEV berbasis EV yang unik, yang terdiri dari motor listrik depan, motor listrik belakang, dan tanpa girboks.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Innova Hybrid

Cara Merawat Mitsubishi Outlander PHEV

Pengisian

Metode pengisian daya baterai kendaraan listrik yang tepat merupakan bagian dari upaya perawatan baterai. Mobil yang menggunakan baterai tipe Li-ion seperti Outlander PHEV sebaiknya hindari parkir di lokasi bertemperatur tinggi atau terkena sinar matahari langsung. Pengguna juga disarankan menjaga kapasitas baterai pada persentase sedang. Menghindari kondisi baterai kosong serta tak disarankan menyimpan baterai dalam kondisi penuh untuk waktu lama.

Untuk pengisian dalam dilakukan diisi melalui sumber listrik eksternal baik itu listrik di rumah atau kantor. Jika memiliki mobil PHEV setidaknya daya listrik di rumah mencapai 3.600 watt. Perlu dicatat, daya 3.600 watt merupakan batas standar daya rumah dan hanya mempengaruhi di awal pengisian. Namun setelah itu, pengecasan akan lebih rendah dan konstan di 2.000 watt.

Jika konsumen hanya dapat menggunakan metode quick charging, Mitsubishi merekomendasikan untuk tetap menggunakan metode pengisian daya normal setidaknya sekali dalam dua minggu.

Mitsubishi Outlander PHEV hadir dalam dua pilihan warna Ruby Black dan Silky White. Mobil ini juga meraih skor lima bintang dari ASEAN NCAP (New Car Assessment Program). Outlander PHEV ini menjadi produk PHEV pertama yang diuji dan mendapatkan hasil yang sangat baik. Mitsubishi sudah membekali garansi 100.000km/3 tahun, merujuk pada ketentuan yang tertera di service manual book.

Perawatan

Sebagai mobil hybrid yang menggabungkan dua tenaga kerja dari baterai dan bahan bakar, tentu memiliki cara perawatan yang berbeda terutama untuk komponen baterai. Untuk perawatan baterai Outlander PHEV atau mobil listrik harus dihindari persentase baterai dalam kondisi rendah. Meski begitu tidak direkomendasikan juga baterai dalam kondisi penuh saat mobil tidak digunakan dalam waktu lama.

Outlander PHEV sendiri memiliki fitur yang bisa menurunkan level baterai secara bertahap. Fitur tersebut berfungsi untuk mencegah kerusakan baterai. Untuk itu bagi pemilik Outlander PHEV diharapkan memeriksa pengukur tingkat energi setiap tiga bulan. Pemilik mobil pun harus tetap mengisi daya baterai atau bisa mengatur mode power supply.

Untuk pengisian baterai, sebaiknya juga menggunakan arus rendah (home charging) saat mobil hanya parkir lama. Sementara penggunaan quick charging atau arus tinggi bisa diminimalisir. Apabila hanya bisa menggunakan quick charging, disarankan untuk menggunakan normal-charge setidaknya dua minggu sekali.

Jika kondisi baterai menunjukkan baterai kosong atau “0”, harus diisi dayanya sampai naik. Atau, mengisi daya dari tenaga mesin dengan mengatur mode power supply ke status ‘READY’ kemudian tunggu hingga mesin berhenti secara otomatis, selanjutnya matikan mode power supply dari sakelar motor listrik.

Fungsi Lain

Padahal, selain menawarkan efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan, mobil dengan baterai itu menawarkan fungsi lain untuk kebutuhan rumah tangga, misalnya Outlander PHEV yang bisa menjadi genset di kala darurat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kali diturunkannya Outlander PHEV ini di beberapa lokasi bencana di Tanah Air.

Head of PC Technical Service and CS Support Section Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwansyah Siregar, menjelaskan bahwa Outlander PHEV bisa dijadikan sumber listrik melalui baterai saat kapasitasnya terisi penuh. Ia menjelaskan Outlander PHEV memiliki kapasitas baterai 13.800 watt atau 13,8 kWh (kilowatt hour). Untuk sumber daya listrik dalam keadaan darurat, batasan energi yang dialirkan mobil tersebut mencapai 1.500 watt, sehingga masih mampu mengaktifkan beberapa perangkat elektronik.

Cara kerjanya, pemilik cukup mencari colokan listrik di bagian belakang mobil, kemudian menghidupkan kunci kontak, maka listrik akan mengalir ke perangkat yang dihubungkan. Misalnya menghidupkan lampu, perangkat elektroik, bahkan memasak. Nah, jika kapasitas baterai menurun mendekati 20 persen, maka mesin bensin akan menyala untuk mengisi daya listrik pada baterai mobil.

Di Indonesia, Mitsubishi Outlander PHEV masuk niece market. Maklum harganya mencapai Rp 1,311,700,000. Namun Mitsubishi melakukan berbagai langkah. Misalnya, untuk memudahkan pengguna Outlander PHEV dalam melakukan pengisian daya, saat ini MMKSI telah bekerja sama dengan diler resmi Mitsubishi Motors dan institusi di Indonesia menyediakan fasilitas pengisian daya cepat di 16 titik di wilayah JABODETABEK dan Bali.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Honda HR-V Turbo

MITSUBISHI MOTORS GENUINE OIL

PT MMKSI kini menghadirkan beragam pilihan pelumas Mitsubishi Motors Genuine Oil (MMGO) khusus bagi para pemilik mobil Mitsubishi. Hadirnya pelumas mesin berstandar kelayakan Mitsubishi Motors ini memang dikhususkan bagi seluruh kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Tanah Air, dengan formula yang sudah disesuaikan dengan iklim dan kondisi lalu lintas di Indonesia.

Sebenarnya fungsi dasar dari pelumas mesin adalah melumasi komponen mesin sehingga mengurangi keausan dengan mencegah kontak antar metal. Selain itu, pelumas mesin juga mencegah dari kebocoran gas pembakaran antara piston dan silinder, mencegah pembentukan deposit pada ruang pembakaran. Lalu juga bisa memindahkan panas sehingga mencegah macet antara piston dan bearing.

Mitsubishi Motors Genuine Oil adalah pelumas multi grade berkualitas yang dikembangkan oleh Mitsubishi Motors Corporation untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari mesin Mitsubishi. Pelumas mesin ini diformulasikan dari Base Oil berkualitas tinggi dan aditif spesial dengan komposisi optimal untuk memberikan perlindungan dan pelumasan terbaik serta peningkatan performa mesin dan efisiensi bahan bakar kendaraan Mitsubishi Anda.

keunggulan dari pelumas mesin MMGO
  • Dibuat dari Base Oil berkualitas tinggi yang memiliki tingkat penguapan rendah sehingga penggunaan pelumas lebih efisien.
  • Melapisi permukaan metal dan mengurangi gesekan.
  • Perlindungan terbaik terhadap keausan yang terjadi saat awal mesin dihidupkan.
  • Lapisan Oil Film yang stabil untuk memberikan perlindungan pada kondisi ekstrim.
  • Menjaga kebesihan mesin dengan optimal dan mencegah terbentuknya kotoran atau endapan.
  • Memberikan perlindungan yang maksimal dan mampu melumasi hingga celah-celah sempit pada mesin.
  • Meminimalkan friction loss, meningkatkan efisiensi mesin, performa kendaraan dan efisiensi bahan bakar.
  • Aditifnya mampu menjaga kestabilan viskositas, mencegah terbentuknya buih, dan menjaga fluiditas pada suhu dingin.
Produk Mitsubishi Motors Genuine Oil

Produk MMGO tersedia untuk kebutuhan mesin bensin dan diesel. Beberapa produk yang tersedia adalah MMGO Fully Synthetic SAE 0W-20, pelumas dengan kekentalan terbaik dengan API Service SN yang direkomendasikan untuk Outlander Sport, Xpander, Delica, Mirage, dan kendaraan Mitsubishi bensin lainnya seperti Pajero Super Exceed, Grandis, Lancer Evo X / EX, dan lain-lain.

Kemudian MMGO Super SAE 5W-30 dengan API Service SN dengan rekomendasi kendaraan yang sama. Selain itu ada 10W-30 dengan API Service SL untuk mobil Pajero Super Exceed, Grandis, Lancer Evo X / EX, Delica, Outlander Sport, Mirage, dan T120ss. Dan yang terakhir ada 10W-40 dengan API Service SN untuk Pajero Super Exceed, Grandis, Lancer Evo X / EX, Delica, Outlander Sport, Mirage, Maven dan T120ss. Semuanya tersedia dalam dua pilihan kemasan, yaitu 4 liter dan 1 liter.

Sedangkan untuk mesin diesel ada MMGO Semi Synthetic SAE 10W-30 dengan API Service CF-4 khusus All New Pajero Sport, All New Triton, Pajero Sport dan Strada Triton. Selanjutnya, MMGO SAE 10W-30 dengan API Service CF-4 untuk All New Pajero Sport, All New Triton, Pajero Sport dan Strada Triton. Yang berikutnya adalah MMGO Super SAE 10W-40 dengan API Service CF untuk Pajero Sport, Strada Triton dan L300.

Dan terakhir SAE 10W_40 dengan API Service CF juga untuk Pajero Sport, Strada Triton dan L300. Untuk pelumas diesel disiapkan kemasan 5 liter dan 1 liter. Pelumas mesin MMGO ini disarankan untuk diganti setiap 10 ribu kilometer, sesuai dengan rekomendasi pabrik. Kecuali untuk kendaraan niaga ringan yang memiliki jarak tempuh dan pemakaian yang tak berhenti maka dianjurkan penggantian setiap 5 ribu kilometer.

Saat ini pelumas mesin MMGO ini hanya tersedia di bengkel resmi Mitsubishi di seluruh Indonesia. Untuk itu, jangan lupa untuk menggunakan MMGO tiap melakukan servis berkala.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Hyundai Stargazer

Cara Cek Kondisi Mobil Mitsubishi

1. General check up

Langkah pertama untuk melakukan pemeriksaan mobil Mitsubishi adalah membawanya ke dealer service Mitsubishi Motors untuk menjalani general check up. Hal ini penting untuk kamu lakukan, apalagi jika mobil yang kamu miliki terus dipakai setiap hari tanpa pernah punya waktu untuk melakukan servis berkala.

Pada umumnya, pemeriksaan akan dilakukan pada area kaki-kaki mobil hingga OBD. Kalau ada sesuatu yang tidak beres dari hasil pengecekan, maka kamu jadi segera tahu apa yang harus diperbaiki atau diganti dengan parts yang baru.
Anda hanya perlu duduk manis dan biarkan mekanik-mekanik berpengalaman Mitsubishi Indonesia memeriksa mobil kamu. Ini juga berlaku untuk kamu yang memiliki jenis mobil Mitsubishi Xpander atau tipe apa pun.

2. Ganti spareparts mobil Mitsubishi

Setelah general check up, Anda bisa tahu mana saja parts yang perlu diganti. Anda akan mengeluarkan biaya lebih besar dari sekedar ganti oli mobil. Tapi, demi kelancaran dan keselamatan pengemudi dan penumpang, ini tentu jauh lebih berharga. Selain itu, mengganti parts juga bertujuan mencegah kerusakan menjadi lebih banyak. Karena, biasanya kerusakan pada satu parts bisa memicu kerusakan pada parts lainnya.

3. Cek oli pada mobil

Pastikan oli mesin Anda dalam kondisi masih baik dan volumenya tidak kurang ataupun lebih. Cara mengetahuinya gampang, tinggal cek ketinggian oli di tongkat pengukur oli. Jangan sampai ketinggiannya kurang atau lebih dari batas normal. Cek juga oli-oli lainnya seperti oli persneling, oli gardan, oli kopling, sampai oli power steering. Jangan sampai kurang, apalagi kosong. Sebab, oli berfungsi sebagai pelumas untuk mencegah terjadinya aus pada parts mobil.

4. Cek bahan bakar

Memastikan kendaraan memiliki bahan bakar yang cukup juga tidak kalah pentingnya saat kamu mengecek mobil Mitsubishi. Selain itu, sebaiknya pilih bahan bakar mobil yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Untuk mobil Mitsubishi, seperti Xpander, Mirage, dan Outlander sebaiknya mengonsumsi bahan bakar yang oktannya RON 90, contohnya Pertalite.

Sementara itu, Pajero Sport V6, disarankan pakai yang RON 95. Memang, bujet yang kamu keluarkan sedikit lebih besar ketimbang beli bahan bakar beroktan rendah. Namun, bahan bakar yang sesuai bakal membuat pembakaran di mesin sempurna dan mesin lebih awet. Kalau nekat pakai yang oktan rendah, bisa-bisa mesin cepat rusak dan kamu kudu keluar biaya buat servis.

5. Cek rem

Selanjutnya, Anda harus cek sistem pengereman mobil Mitsubishi. Pemakaian sehari-hari yang rutin bakal mengikis kampas alias bantalan rem. Apalagi, kalau roda mobil kamu sering terendam genangan air. Pasalnya, jika Anda tidak segera atau rutin mengeceknya, kampas bisa macet yang membuat putaran roda menjadi tertahan.

Pada kondisi ini, apabila mobil dikendarai untuk perjalanan jauh, maka rem akan bekerja lebih berat. Belum lagi kalau jalur yang dilalui naik dan turun, rem bolak-balik pun bekerja ekstra keras. Jadi, pastikan Anda cek bagian ini demi keselamatan.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Daihatsu Rocky 1.2



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *