Kapasitas Oli Mesin Jimny

Diposting pada


Kapasitas oli mesin Suzuki Jimny sebesar 3,3 liter dan 3,5 liter jika diganti berikut filter olinya. Suzuki Jimny terbaru menggunakan mesin dengan kapasitas 1.462 cc dengan kode K15B. Dikombinasikan dengan dua pilihan transmisi yakni otomatis dan manual, yang mana keduanya telah dibekali kemampuan off-road dengan mode berkendara 2H, 4H dan 4L.

Suzuki Jimny

Suzuki Jimny terbaru memiliki output tenaga dan torsi yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan All New Ertiga. Jimny dihadirkan untuk para pecinta off-road 4×4, yang mana membutuhkan tenaga besar dalam melibas berbagai lintasan.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin dan Transmisi SX4 S-Cross

Kapasitas Oli Mesin Jimny

Suzuki Jimny tengah naik daun kembali. Agen pemegang mereknya di Indonesia, mengklaim indennya sudah mengular bahkan sampai 20 tahun. Minat yang luar biasa besar itu tak terlepas dari distribusi unitnya yang terbatas 50 unit per bulannya. Seperti mobil Suzuki pada umumnya, biaya jasa perawatan berkala sampai 50 ribu km masih ditanggung Suzuki Indomobil Sales (SIS). Selebihnya pemilik mobil hanya dikenakan biaya penggantian part atau fluida pelengkap.

Untuk servis 10.000 km, baik versi manual maupun otomatis diganjar biaya servis sebesar Rp 312.180 untuk penggantian pelumas mesin, filter oli, dan gasket oli. Baru saat servis 20.000 km, biayanya meroket menjadi Rp 849.338 untuk manual dan Rp 724.598 untuk otomatis. Semuanya dibayarkan atas pelumas mesin, busi, gasket oli, filter oli, oli differential, dan oli as roda depan.

Versi manual sedikit lebih mahal karena ada tambahan penggantian oli transmisi. Lanjut ke 30.000 km, biaya servis kembali semula pada saat 10.000 km. Rincian penggantian komponen pun sama. Adapun pada periode 40.000 km, di sini baru Anda harus menyiapkan kocek lebih dalam lagi. Untuk Suzuki Jimny bertransmisi manual, siapkan dana Rp 1.412.428, sementara otomatisnya Rp 2.043.223.

Hal ini untuk biaya pelumas mesin, filter oli, busi, gasket oli, cairan rem, cairan radiator, oli differential, oli transmisi, oli as roda depan, dan oli transfercase. Untuk otomatik lebih mahal karena pada saat penggantian membutuhkan hingga 5,7 liter oli transmisi.

Suzuki Jimny pertama kali masuk pada tahun 1979. Mobil seri LJ80 atau yang lebih dikenal dengan “Jimny Jangkrik” itu menggunakan mesin bertipe F8A SOHC 797cc dengan kapasitas oli mesin Jimny sebesar 3,3 liter. Dari mesin itu, Suzuki Jimny generasi pertama ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 41 Hp pada 5.500 rpm dan torsi 60 Nm pada 3.500 rpm.

Suzuki Jimny Gen II

Kemudian generasi kedua Suzuki Jimny diluncurkan pada 1982. Seri SJ410 atau yang kerap dikenal sebagai Suzuki Katana tersebut menggunakan mesin berkode F10A berkubikasi 1.000cc 4 silinder. Ternyata dapur pacu dari Katana ini sama persis dengan yang dipakai mobil Suzuki Carry ST100 dengan kapasitas oli mesin Jimny sebesar 3,5 liter dengan filter oli.

Di generasi kedua, Suzuki juga hadirkan seri lain dari Jimny. Ada Jimny versi long wheelbase atau dikenal dengan Jimny Long dan juga Suzuki Jimny SJ413 atau Carribian. Carribian hadir di Indonesia pada tahun 2004 silam. Jimny ini bukan pakai mesin 1.000cc, tetapi 1.300cc.

Suzuki Jimny Gen III

Generasi ketiga adalah Suzuki Jimny Wide. Mobil dengan seri JB33 ini menggunakan mesin bertipe G13BB, 4 silinder segaris, berkapasitas 1.300 cc. Kendaraan roda empat yang diluncurka di ajang GIIAS 2017 tersebut sudah memakai penggerak All-Wheel Drive (AWD).

Suzuki Jimny Gen IV

Sedangkan Suzuki Jimny generasi keempat yang yang meluncur di GIIAS 2019 menggunakan mesin bertipe K15B 1.500cc, 4 silinder 16 katup. Dapur pacu tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 75 Ps pada 6.000 rpm. Sedangkan untuk torsi puncaknya mencapai 130 KW pada 4.000 rpm.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin dan Transmisi SX4 S-Cross

Ciri-Ciri Mobil Harus Ganti Oli

Suara Mesin Aneh

Oli membuat bagian-bagian mesin terlumasi sehingga semuanya dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Jika oli Anda sudah lama, kemungkinan besar oli sudah kehilangan beberapa sifat pelumasnya. Artinya oli tidak bisa melindungi bagian-bagian mesin dengan baik dan komponen saling bergesekan dengan kasar.

Bunyi yang tidak biasa di mesin, seperti suara ketukan atau raungan adalah salah satu tanda bahwa Anda mungkin terlambat mengganti oli. Dalam kasus ekstrim, Anda mungkin mendengar mesin menderu sangat keras. Mengabaikan suara yang tidak biasa ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada mesin Anda. Pantau terus penggantian oli rutin untuk membantu mengurangi risiko keausan dini pada bagian-bagian mesin.

Oli Berubah

Konsistensi atau kekentalan oli bisa diperiksa dengan langkah-langkah berikut:

  • Pertama-tama, tunggu mesin menjadi dingin lalu buka kap mesin.
  • Tarik dipstick keluar dari tempat oli.
  • Lap dipstick dengan handuk kertas, lalu masukkan kembali dan tarik keluar untuk mengamati konsistensi dan warna oli pada stik.
Cek Kartu Jadwal Ganti Oli

Biasanya setelah Anda mengganti oli mobil, bengkel akan memberikan kartu jadwal pengingat ganti oli yang bisa dijadikan sebagai patokan kapan waktu ganti oli. Pada umumnya bengkel akan menyarankan penggantian oli mesin setiap 5.000 KM. Namun sebenarnya ada beberapa faktor yang bisa membuat masa penggantian oli lebih lama, yakni kendaraan generasi baru dan oli mesin yang berkualitas.

Perhatikan Jarak Tempuh

Selain memeriksa warna oli, Anda juga bisa menentukan kapan saatnya ganti oli dari jarak tempuh mobil. Bukan dari seberapa lama Anda menggunakan mobil. Semakin jauh jarak tempuh mobil Anda, maka semakin mempercepat kerja mesin yang pada akhirnya akan mempengaruhi oli. Sebaiknya Anda mengganti oli jika jarak tempuh mobil sudah mencapai 4.000-6.000 KM, dengan demikian mesin mobil akan lebih terawat.

Baca juga: Kapasitas Oli Gardan dan Transmisi Carry Pick up

Tanda Agar Segera Mengganti Filter Oli Mesin

 Mesin terlalu panas

Filter oli yang buruk akan berdampak negatif pada suplai oli yang diterima oleh mesin mobil. jika semakin sedikit oli yang masuk ke mesin mobil, maka mesin semakin tidak menerima pelumasan untuk mencegah gesekan antar komponen bergerak. Gesekan-gesekan dari komponen yang saling bergerak dan terbuat dari bahan logam ini dapat menghasilkan panas dengan cepat. Jika panas ini tidak dapat didinginkan dengan oli, maka bisa menyebabkan mesin terlalu panas.

Tekanan oli menurun

Pemilik mobil dapat melihat tekanan oli dengan mudah yaitu dengan melihat pengukur tekanan oli yang ada di dashboard mobil. Ketika situasi normal maka pengukur tekanan oli ini akan menunjukkan hasil tekanan oli yang normal dan konsisten. Akan tetapi, jika Anda melihat tekanan oli turun secara drastis dan tidak menentu ketika sedang berkendara, maka hal ini menandakan adanya masalah pada mobil.

Salah satu penyebab tekanan oli rendah dapat terjadi karena filter oli bocor maupun tersumbat, sehingga mencegah oli masuk ke mesin. Tekanan oli yang terlalu rendah akan menyebabkan distribusi tidak lancar. Komponen mesin akan mengalami kekurangan pada pelumas. Hal ini dikarenakan tidak ada oli yang tersalurkan. Jika keadaan ini terjadi terus menerus, maka mesin dapat mengalami overheat. Lebih parahnya, bisa jadi kendaraan akan turun mesin.

Sebagai informasi, untuk tekanan oli mesin mobil yang normal indikatornya berada pada angka 1.0 Kg/cm2  hingga 2.0 Kg/cm2. Bila sinyal indikator menunjukkan tanda merah atau pengukuran memperlihatkan tekanan oli mesin berada di bawah angka  1.0 Kg/cm2, maka kemungkinan filter oli mesin mobil harus segera diganti.

Terdengar bunyi gesekan logam

Filter oli yang tersumbat memasok lebih sedikit oli pada mesin. Ketika oli yang disuplai ini berkurang, maka akan terdengar bunyi. Bunyinya mirip seperti komponen berbahan logam yang saling bergesekan. Jika dalam kondisi ini mobil terus dibawa melaju dalam kecepatan tinggi, maka dapat muncul resiko keausan serta penurunan kualitas komponen di dalam mobil.

Performa mesin mobil menurun

Menumpuknya kontaminan pada oli mesin mobil terjadi akibat filter oli yang bermasalah. Ketika ini terjadi, kinerja mesin mobil akan berkurang. Tidak hanya itu, tenaga yang seharusnya dihasilkan mobil juga akan berkurang. Pengendara tidak akan mendapatkan kecepatan yang diinginkan dan laju mobil bisa tersendat-sendat. Semakin masalah ini diabaikan, maka performa mobil akan semakin turun.

Asap knalpot Kotor

Ada banyak pemilik mobil yang berpendapat jika knalpot yang mengeluarkan asap menandakan adanya masalah pada salah satu bagian mesinnya. Pendapat ini bisa jadi benar, namun juga sebaliknya. Anda harus memperhatikan terlebih dahulu kapan asap keluar serta warnanya. Jika asap yang keluar dari knalpot hanya berupa asap putih yang tipis dan tidak bertahan lama, maka Anda tidak perlu khawatir.

Asap knalpot tipe ini muncul karena adanya kondensasi atau pengembunan yang biasa terjadi pada mobil yang berada di tempat dengan suhu dingin. Sebaliknya, Anda perlu khawatir jika asap knalpotnya berwarna hitam dan ini terjadi pada mobil yang sudah berusia tua. Asap ini menandakan adanya hal yang tidak beres pada proses pembakaran BBM.

Tidak hanya itu, asap knalpot mobil yang kotor dapat menandakan filter oli mesin mobil yang buruk.  Bau oli terbakar juga menjadi pertanda jika ada masalah pada filter oli tersebut.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Honda ZR-V

Cara Mengatasi Oli Mesin Mobil Yang Berkurang

Mengganti Seal Mesin Yang Rusak

Seal mesin rusak, adalah salah satu yang menjadi penyebab oli mesin berkurang dengan lebih cepat. Untuk mengatasi hal tersebut, maka yang harus dilakukan adalah dengan mengganti seal mesin yang rusak tersebut dengan yang baru. Seal merupakan bagian yang terdapat pada bagian sambungan mesin. Seal ini berfungsi agar oli tidak mengalami bocor dan masuk ke ruang pembakaran mesin. Apabila seal sudah mengeras dan robek, maka seal tersebut harus diganti dengan yang baru.

Mengganti Ring Seher Yang Mengalami Kerusakan

Ring seher berfungsi untuk menahan agar oli tidak masuk ke piston pada saat terjadi proses pembakaran. Seiring lamanya pemakaian, ring seher akan mengalami keadaan dimana alat tersebut tidak bisa menahan oli, sehingga oli bisa masuk ke piston. Apabila keadaan ini terjadi yang ditandai dengan adanya asap putih yang keluar pada knalpot, sebaiknya segera dilakukan penggantian ring seher tersebut dengan yang baru.

Sering Melakukan Pengecekan Pada Bagian Mesin Mobil

Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah dengan sering melakukan pengecekan pada bagian mesin, serta tidak terlambat melakukan penggantian oli. Dengan  sering melakukan pengecekan, maka akan segera diketahui apabila terjadi hal-hal yang janggal pada mesin mobil. Seperti misalnya melakukan pengecekan secara rutin ke bengkel resmi Suzuki.

Apabila diketahui ada kerusakan yang terjadi yang menyebabkan oli cepat berkurang, maka segera bisa dilakukan perbaikan atau penggantian, sehingga kerusakan tidak bertambah parah. Berbagai penyebab dari oli mesin mobil berkurang secara tidak wajar, harus diketahui oleh para pemilik kendaraan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka akan bisa diketahui secara pasti langkah apa yang harus dilakukan sehingga bisa mengatasinya dengan baik.

Menggunakan Oli Dengan Kualitas Yang Bagus

Menggunakan oli dengan kualitas bagus, bisa menjadi solusi dari kondisi oli mobil cepat berkurang. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, oli yang bagus memiliki ketahanan yang cukup kuat terhadap panas, sehingga tidak akan menyebabkan oli cepat menguap habis. Dengan menggunakan oli mesin yang memiliki kualitas bagus, secara tidak langsung ikut menjaga agar mesin mobil awet dan tidak cepat rusak.

Oli yang bagus tidak akan lekas panas dan awet, sehingga bisa terus melumasi mesin sehingga mesin tidak cepat aus dan rusak.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Innova Hybrid



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *