Kapasitas Oli Mesin BZ4X

Diposting pada


Toyota BZ4X yang merupakan BEV pertama Toyota di Tanah Air, menggunakan platform e-TNGA dengan kapasitas oli mesin Toyota BZ4X masih banyak yang belum mengetahuinya. Mobil ini dilengkapi baterai lithium ion 71,4 kWh sangat tahan lama, dengan target kapastitas performa 90 persen dengan 10 tahun pemakaian atau sampai 240 ribu km.

Seperti diketahui bersama untuk melindungi gesekan berlebihan komponen-komponen utama pada ruang mesin maka harus diperhatikan kapasitas oli mesin BZ4X. Oli mesin yang tersirkulasi tak boleh sampai kurang karena oksidasi yang tinggi bisa mempercepat keausan. Syarat wajib oli mesin harus punya spesifikasi sama, jangan mencampur oli SAE 0w-20 dengan 20w-40.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Alphard

Kapasitas Oli Mesin BZ4X

Mobil listrik memiliki komponen yang lebih ringkas ketimbang mobil berbahan bakar konvensional. Dari sisi perawatan pun demikian disebut lebih mudah. Bila saat perawatan berkala mobil konvensional kerap melakukan penggantian oli mesin. Mengacu pada buku pedoman pemilik dan servis berkala mobil listrik Toyota bZ4X, periode perawatan mirip dengan mobil konvensional. Servis berkala pertama dilakukan pada bulan pertama atau 1.000 km.

Servis kedua pada bulan ke-6 atau 10.000 km, servis ke-3 pada bulan ke-12 atau 20.000 km. Berlanjut servis ke-4 dan seterusnya berlangsung setiap 10.000 km dalam jangka waktu 6 bulan sekali atau mana yang dicapai lebih dulu. Ada juga servis tambahan untuk kondisi ekstrem seperti 1,5 bulan atau 2.500 km, 3 bulan 5.000 km, 6 bulan 10.000 km, 24 bulan 40.000 km, dan 48 bulan 80.000 km.

Adapun untuk pemeriksaan yang dilakukan antara lain sistem pendingin dan heater, cairan pendingin inverter, baterai dan pengisiannya, serta baterai 12 Volt. Pemeriksaan juga dilakukan pada bagian pedal rem dan fungsi rem parkir, minyak rem, suspensi depan dan belakang, kondisi ban, lampu-lampu, klakson, hingga kecukupan isi cairan AC.

Fakta Menarik Toyota BZ4X

Toyota BZ4X hadir menambah pilihan mobil baru listrik yang dirilis Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia setelah Hyundai IONIQ 5, MINI Cooper S Electric, Lexus UX 300e, dan Wuling Air ev. Toyota membanderol mobil baru listrik Toyota bZ4X seharga Rp 1,19 miliar on the road DKI Jakarta atau sekitar Rp 331 juta lebih mahal dari IONIQ 5.

Dengan harga tersebut, BZ4X memiliki satu motor listrik penggerak roda depan bertenaga 201 dk dan bertorsi 266 Nm. Motor listrik tersebut mengambil energi listrik dari baterai Lithium-ion yang ternyata kapasitasnya tidak kalah besar dengan IONIQ 5 Long Range. Melihat spesifikasinya, Toyota bZ4X dibekali baterai 96 sel bertegangan 355,2 Volt berkapasitas 71,4 kWh.

Berkat baterai besar tersebut, Toyota bZ4X memiliki jarak tempuh klaim sejauh 500 kilometer dengan baterai terisi penuh. Sementara rivalnya itu hadir dalam dua pilihan baterai yakni Standard Range 58 kWh dan Long Range 72,6 kWh. Baterai Standard Range diklaim memiliki jarak tempuh 384 km, sedangkan Long Range itu 481 km untuk varian Prime dan 451 km untuk Signature.

Jika melihat jarak tempuh, tentu saja Toyota bZ4X memiliki keunggulan tipis dengan IONIQ 5. Akan tetapi, Hyundai mengklaim pengecasan ultra cepat tersebut akan mengisi baterai IONIQ 5 hingga 80% dalam waktu 18 menit saja.

Dimensi Toyota BZ4X

Spesifikasi Toyota bZ4X untuk eksterior, memiliki tampilan yang futuristik. Desain bodinya banyak sudat-sudat lancip, terlihat dari depan hingga belakang. Pun dengan tekukan-tekukan body samping yang menyesuaikan. Tema besar dari mobi listrik SUV ini adalah Hi-Tech and Emotion. Oleh karenanya, paras atau bagian depan dibuat minimalis dan hi-tech dengan menghindari dekorasi yang tidak perlu.

Dengan desain “hammerhead” sebagai ciri khas BEV Toyota. Untuk basis rancang bangunnya sendiri, Toyota bz4X tentunya sudah mengusung platform e-TNGA yang didesain khusus buat kendaraan listrik Toyota. Terkait dimensinya, Toyota bZ4X memiliki panjang 4.690 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.650 mm. Ukurannya mirip Hyundai Ioniq 5 yang memiliki panjang 4.635 mm, lebar 1.890 mm dan tinggi 1.647 mm.

Aura SUV hadir lewat ground clearance bZ4X yang mencapai 210 mm. Dengan begitu, harusnya mobil listrik ini tidak cuma nyaman untuk diajak berkendara di jalan mulus perkotaan, tapi juga bisa ke jalan yang bergelombang. Selanjutnya untuk pilihan warna ada empat: two tone black precious metal, two tone black precious silver, two tone black platinum white pearl mica, dan black.

 Interior Modern

Di sektor interior, spesifikasi Toyota bZ4X cukup istimewa. Material kabin yang disuguhkan berasal dari komponen daur ulang dan ramah lingungan. Terdapat dua layar besar yang berada di dashboard tengah dan belakang kemudi dengan tampilan digital. Bicara ukuran head unit mobil ini menggunakan layar sentuh 12,3 inch serta dapat terhubung dengan smartphone.

Kemudian ada wireless charger di konsol tengah. Tidak ketinggalan hadir panoramic roof untuk membuat kabin terasa lebih lega.Soal kelegaan kabin, Toyota bZ4X bisa menampung 5-orang dengan nyaman. Dua di depan dan tiga di belakang, masing-masing juga mendapat headrest. Jika jok belakang hanya diisi dua orang, maka jok tengahnya bisa diubah menjadi arm rest.

Kemudian di belakang ada kisi-kisi AC. Tersedia dua USB port yang bisa digunakan untuk mengisi daya smartphone untuk penumpang ketika di perjalanan. Masuk ke bagasi, kekurangan Toyota bZ4X terlihat dari kapasitasnya yang cuma 452 liter untuk menampung barang di belakang. Bandingkan dengan Hyundai Ioniq 5 yang memiliki bagasi hingga 527 liter.

Fitur Toyota Safety Sense

Spesifikasi Toyota bZ4X selanjutnya ada di fitur keselamatan canggih yaitu Toyota Safety Sense (TSS) versi 3.0. Di dalam TSS 3.0 terintegrasi dengan Pre-Collision System & Pre-Collision Brake Assist yang mengandalkan sensor radar dan kamera monokular untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil. Tidak hanya mobil lain yang bisa terdeteksi, tapi juga, pejalan kaki, pesepeda, dan pemotor.

Jika sistem menilai adanya potensi tabrakan, PCS akan memperingatkan pengemudi melalui visual dan suara sehingga dapat menghindar atau mengurangi kecepatan. Saat terjadi kecelakaan, sistem akan melakukan pengereman secara otomatis.

Ada pula Lane Departure Alert (LDA) yang bisa membaca marka jalan ketika mobil menepi. Sistem akan memberikan peringatan jika mobil menepi terlalu jauh atau berisiko menabrak obyek di pinggir jalan seperti pejalan kaki dan pesepeda. LDA akan memberikan alarm suara dan menggetarkan kemudi kalau pengemudi tidak merespons peringatan.

TSS 3.0 di Toyota bZ4X juga terintegrasi Lane Tracing Assist (LTA) yang mampu membaca marka jalan untuk selanjutnya memberikan peringatan dalam bentuk indikator berkedip dan suara, jika terjadi pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya. Hadir pula Adaptive High-beam System (AHS) yang sudah mengodpsi 12 lampu LED di depan untuk mendeteksi secara presisi obyek di depan mobil saat melaju di malam hari.

Selanjutnya AHS di bZ4X akan mengatur antara menyalakan lampu utama dan lampu jauh sesuai kebutuhan. Tidak ketinggalan ada Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) untuk mengatur kecepatan mobil supaya konstan sesuai pengaturan awal ketika cruising di jalan tol. Ketika di depan ada mobil lain, sistem akan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman antar kendaraan. Namun bila mobil di depan mengerem, DRCC juga akan mengurangi kecepatan.

Baterai Tahan Sampai 500 KM

Untuk spesifikasi Toyota bZ4X dalam hal kapasitas baterai, menggunakan lithium-ion 355,2 Volt dengan kapasitas 71,4 kWh. Unit baterainya ramping, terletak sepenuhnya di bawah lantai kendaraan sebagai bagian dari sasis, sehingga membantu mendapatkan pusat gravitasi rendah, keseimbangan bobot depan-belakang ideal, dan kekakuan bodi tinggi.

Baterai ini mendukung pengisian daya AC hingga 6,6 kW dan pengisian daya DC hingga 150 kW. Dengan sistem pengisian arus DC, mengisi daya sampai 80 persen hanya perlu 30 menit. Soal daya yang dibutuhkan untuk isi baterai Toyota bZ4X adalah minimal 3.500 watt dengan portable charging. Sementara kalau menggunakan wall charging butuh 7.700 watt.

Jadi radius jelajah (jarak tempuh) bZ4X ini hampir 500 km saat baterainya full. Sementara untuk pengisian baterai dengan fast charging sekitar 30 menit bisa sampai 80%. Jika memakai daya listrik rumah sekitar 9-10 jam waktu pengecasan. Dengan jarak tempuh Toyota bZ4X tembus 500 Km, artinya ini lebih baik dibanding kompetitor yaitu Hyundai Ioniq 5 yang cuma bisa melaju 481 Km dalam kondisi baterai penuh. Toyota juga memberikan garansi baterai untuk bZ4X selama 8 tahun atau 160.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

Performa lincah Toyota bZ4X

Spesifikasi Toyota bZ4X berikutnya ada di soal performa. Toyota bZ4X tipe FWD dibekali motor listrik tunggal yang dipasang di roda depan. Motor listrik itu mempunyai tenaga maksimal 204 hp dan torsi 266 Nm. Terdapat mode berkendara ECO untuk menghemat daya listrik dan SNOW untuk berkendara di medan off-road ringan.

Kami sudah merasakan langsung test drive dengan Toyota bZ4X. Walau menjajalnya singkat, tapi review kami membuktikan bahwa akselerasi mobil listrik ini memang mantap. Kami sempat injak pedal gasnya dalam, dan hasilnya mobil langsung melaju cepat, bahkan tubuh kami sampai terhempas. Tidak ketinggalan, kemudinya cukup akurat dan ringan. Hal ini membuat manuver zig-zag jadi terasa mudah.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Voxy

Perbandingan KONA Electric dan BZ4X

Spesifikasi Mesin

Turun di kelas electric SUV, baik KONA Electric maupun BZ4X Indonesia menggunakan tipe mesin synchronous yang mirip. Sistem penggerak rodanya pun sama-sama FWD. Masing-masing juga menggunakan platform modular untuk sasisnya. Hyundai dengan e-GMP (Global Modular Platform) dan Toyota dengan e-TNGA (Toyota New Global Architecture).

Untuk daya maksimum, BZ4X sedikit lebih unggul dengan 204 PS vs 126 PS pada KONA Electric. Namun, torsi maksimum Kona Electric justru lebih tinggi dengan mencapai 295 Nm vs 266 Nm pada BZ4X. Meski demikian, BZ4X dapat berbangga diri dengan kapasitas baterai yang lebih tinggi, yaitu 71,4 kWh dan memiliki jarak tempuh hingga 510 km.

Di sisi lain, KONA Electric perlu berpuas diri dengan kapasitas baterai yang lebih kecil, yaitu 39,2 kWh. Begitu juga kecepatan pengisian baterai KONA Electric relatif lebih lambat, hingga setengah dari charging time baterai BZ4X. Walau demikian, keduanya sudah menyediakan garansi baterai hingga 8 tahun. Ini jadi faktor yang memberikan garansi keamanan bagi Anda yang membeli mobil listrik.

Performa

Di atas kertas, performa Hyundai Kona Electric yang memiliki torsi lebih besar seharusnya unggul di sisi akselerasi. Sedangkan Toyota BZ4X yang daya maksimumnya lebih besar mestinya memiliki top speed yang lebih tinggi. Akan tetapi, pada pengujian justru yang terjadi adalah sebaliknya.

Akselerasi Toyota BZ4X justru mampu melesat mencapai 100 km/jam dalam 7,5 detik saja. Sedangkan Kona Electric membutuhkan hingga 9,9 detik untuk mencapai kecepatan yang sama. Sementara itu, kecepatan maksimum Toyota BZ4X justru sedikit di bawah KONA Electric, walaupun selisihnya tidak begitu jauh. Namun, tetap saja agak mengherankan.

Hal ini mungkin terkait dengan dimensi BZ4X yang lebih besar dan desain KONA Electric yang lebih aerodinamis. Adapun untuk konsumsi energi, BZ4X sedikit lebih irit, meskipun tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi energi sepanjang perjalanan. KONA Electric sendiri memiliki 3 mode drive: eco, normal, dan sport. Sementara BZ4X tak menyematkan mode yang berbeda.

Fitur Keselamatan

Dalam hal keselamatan, kedua mobil listrik ini sudah mengantongi sederet fitur yang canggih. KONA Electric memiliki agak lebih banyak, yaitu 7 SRS daripada BZ4X yang hanya 6. Adapun untuk fitur advanced, KONA Electric memiliki Lane Keeping & Lane Following Assist, Rear Cross Traffic & Blind Spot Avoidance Assist, serta High Beam Assist.

Selanjutnya, Toyota BZ4X sudah dilengkapi dengan Toyota Safety Sense. Fitur canggihnya meliputi Blind Spot Monitor, Rear Camera & Traffic Alert, Sonar, Safe Exit, Panoramic monitor dan Parking Support Brake. Secara keseluruhan, fitur keselamatan kedua mobil sudah mumpuni dan seimbang. Meski demikian, fitur tersebut fungsinya hanya membantu. Pada akhirnya tetap perlu kewaspadaan dari pengemudi.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Veloz



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *