Kapasitas Oli Gardan dan Transmisi Carry Pick up

Diposting pada


Umumnya kapasitas oli gardan mobil dan transmisi mobil Carry Pick Up membutuhkan 2 liter, akan tetapi bisa saja berbeda tergantung merk dan jenis mobil. Perbedaan kapasitas oli gardan dan oli transmisi mobil Carry Pick Up terletak pada spesifikasinya dan bergantung pada merk kendaraan itu sendiri.

Jadi, penggunaan dari kedua oli ini sebenarnya berbeda beda, ada yang sama antara keduanya dan ada juga yang tidak. pada mobil penggerak belakang atau FR, umumnya akan menggunakan oli transmisi ber-SAE 90 atau 140 dengan API GL 5. Ini berbeda lagi jika anda menggunakan kendaraan penggerak depan atau FF. Namun secara umum, penggunaan oli transmisi serta oli gardan ini biasanya setara spesifikasi dari oli mesin. Yang perbedaannya begitu jelas terlihat pada kendaraan dengan transmisi otomatis karena kendaraan ini menggunakan oli ATF (automatic transmission fluid), sehingga tidak dapat digunakan untuk gardan maupun sebaliknya.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Carry Pick Up

Kapasitas Oli Gardan dan Transmisi Carry Pick up

Oli transmisi maupun oli gardan memegang peranan yang sangat penting. Meski kapasitas oli gardan dan oli transmisi Carry Pick Up yang keduanya merupakan minyak pelumas, tapi perlu diketahui bahwa oli transmisi tidak sama dengan oli gardan. Oli transmisi, berperan untuk melumasi komponen sistem transmisi, sesuai dengan namanya.

Cara kerja dari oli transmisi yaitu mengubah perbandingan gear ratio. Sebab, pada sistem tersebut terdapat banyak komponen bergesekan yang tentunya membutuhkan pelumas agar fungsi kendaraan berjalan lancar. Sedangkan, oli gardan bekerja untuk menyalurkan putaran roda dari poros axle dan mengatur kecepatannya ketika berbelok maupun menjaga stabilitas kendaraan.

Untuk menjaga performa kendaraan, Anda perlu memperhatikan interval penggantian oli baik itu oli transmisi maupun oli gardan. Dalam hal ini, sebenarnya tidak terlihat jauh perbedaan oli transmisi dan oli gardan. Karena rata rata penggantiannya dilakukan setiap kelipatan 40.000 km. Namun untuk mobil matik biasanya penggantian oli transmisi baru dilakukan setiap interval 80.000 km.

Di samping itu, beberapa juga ada yang melakukan penggantian oli transmisi dengan interval 30.000 hingga 40.000 km. Sementara oli gardan diganti pada interval 40.000 hingga 50.000 km. Tentunya interval ini akan sangat dipengaruhi oleh jenis oli yang Anda gunakan.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Mitsubishi Outlander PHEV 7-Seater

Carry Pick Up

Suzuki Carry dikenal sebagai pilihan pikap yang menghadirkan tenaga yang tangguh dan kuat di tanjakan serta menawarkan rangka yang kuat untuk mengangkat barang. Bahkan Carry dipasarkan dengan berbagai varian. Harga Suzui Carry 2020 dimulai dari Rp143 jutaan untuk varian entry level Suzuki Carry Flat Deck dan Rp158 jutaan bagi varian tertinggi Suzuki Carry Luxury Wide Deck AC/PS.

Legenda Suzuki Carry sebagai pikap kompak di Indonesia sudah meluncur sejak generasi keenam dirakit di Indonesia pada tahun 1977. Hingga saat ini, pikap Segmen A ini memasuki generasi ke-11 dan dirakit di pabrik Suzuki Indomobil Motor di Bekasi, Jawa Barat. Suzuki masih yakin dengan ketangguhan mesin Carry dan hanya membawa satu model mesin saja, yaitu mesin K15B 1.5L 4-silinder serta transmisi manual 5-percepatan.

Suzuki Carry awalnya berupa minivan, tetapi sekarang juga telah hadir dalam bentuk mobil pick up. Mobil Suzuki Carry Pick Up merupakan kendaraan komersial yang banyak mendukung bisnis angkutan barang dan jasa di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, desain Suzuki Carry juga mengalami berbagai peningkatan. Sejak dulu, Suzuki Carry Pick Up telah dikenal berkat keandalannya sebagai kendaraan angkutan barang. Kendaraan mobil ini juga sangat tangguh, sehingga memiliki cukup banyak peminat.

Mobil Suzuki Carry merupakan salah satu mobil pick up paling ikonik di Indonesia. Sejak era 1970-an, mobil ini telah populer dan masih terus eksis di pasar otomotif nasional. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Suzuki Carry terdiri dari tipe mobil penumpang dan tipe mobil komersial atau niaga. Tampilannya yang menampilkan kesan sederhana juga tidak banyak berubah sejak tahun 1990-an silam.

Eksterior

Perubahan secara keseluruhan diberikan oleh Suzuki untuk mobil pick up ikoniknya ini. Perubahan tersebut bisa dilihat pada desain depan yang terlihat lebih modern dan tangguh, yang terlihat dari warna grill dan bumper yang senada. Grill dan bumper berwarna hitam ini menggunakan material plastik yang mudah dibersihkan. Material dan warna ini umumnya digunakan pada fender mobil SUV atau off-road.

Lampu utama berukuran besar dipasang sejajar dengan grill sehingga membuat mobil terlihat lebih lebar. Pada pilar A bagian kanan mobil di sisi pengemudi ada sebuah antena kuno yang harus ditarik keluar untuk mendapatkan sinyal radio. Kaca depannya juga cukup lebar dan tinggi sehingga memiliki tingkat visibilitas yang cukup baik.

Lalu di bagian sampingnya bisa kita lihat bahwa Suzuki Carry Pick Up generasi terbaru ini menggunakan platform baru. Dimensinya sendiri memang diketahui berubah total. Jika pada generasi sebelumnya Suzuki Carry memiliki panjang 3.720 mm, lebar 1.560 mm, dan tinggi 1.825 mm, maka pada generasi terbarunya ini, Suzuki Carry Pick Up 2019 memiliki panjang 4.195 mm, lebar 1.675 mm dan tinggi 1.870 mm.

Wheelbase atau jarak poros rodanya juga meningkat, dari 1.970 mm menjadi 2.205 mm. Peningkatan ini memberi memberi dampak positif pada ruang kabin serta kapasitas bak muatan. Karena mobil ini adalah mobil niaga, maka Suzuki menyematkan velg kaleng dengan ukuran 165/80 R13. Sebagai identitas mobil, stiker Suzuki Carry juga disematkan pada pintu depan.

Beralih ke bagian belakang, Suzuki Carry Pick, memiliki desain yang sangat sederhana. Hal ini paling terlihat dari tulisan Suzuki yang begitu besar dengan motif timbul pada pintu akses untuk meletakkan barang ke bak muatan. Suzuki Carry generasi baru ini memiliki bak muatan yang lebih luas. Dimensi bak muatan ini mempunyai panjang 2.505 mm, lebar 1.665 mm dan tinggi 350 mm. Bak muatan ini mampu mengangkut barang hingga 1 ton.

Interior

Pada generasi barunya, interior Suzuki Carry Pick Up ini memang mengalami banyak perubahan. Desain dashboard-nya cukup unik karena ada tiga kotak yang sejajar dari bagian setir hingga ke penumpang samping. Kotak pertama adalah tampilan speedometer dengan tambahan layar kecil digital di bagian bawah.

Kotak kedua diisi dengan head unit single DIN yang bisa digunakan oleh pengendara untuk mendengarkan musik melalui radio atau lagu agar berkendara menjadi lebih menyenangkan. Sedangkan kotak terakhir terletak bagian kiri atau di depan penumpang samping. Untuk Suzuki Carry generasi sebelumnya, hanya mampu menampung 2 penumpang saja dengan ketersediaan sabuk pengaman untuk 2 orang.

Tetapi sekarang Suzuki telah menambah 1 sabuk pengaman tambahan di tengah sehingga mobil Suzuki Carry Pick Up ini mampu menampung 3 orang termasuk pengemudi. Material joknya sendiri menggunakan bahan fabric dan sayangnya, joknya ini belum memiliki head rest. Jok ini bisa dibilang kurang nyaman, karena ada celah antara sandaran punggung dengan kepala yang langsung menyentuh bodi mobil yang berbahan besi.

Mesin

Suzuki Carry Pick Up menggunakan mesin berkode K15B-C, mesin yang sama dengan Suzuki Ertiga yang berkode K15B. Mesin ini merupakan mesin 4 silinder DOHC 16 katup berkapasitas 1.462 cc. Kendati berbasis mesin yang sama, kedua mesin ini memiliki perbedaan dalam hal performa karena fungsi mobilnya memang berbeda. Sebagai kendaraan pengangkut penumpang, Suzuki Ertiga punya performa lebih tinggi, sementara Suzuki Carry yang merupakan pengangkut barang lebih mengutamakan durabilitas.

Suzuki Carry Pick Up dan Suzuki Ertiga memang menghasilkan tenaga yang berbeda. Suzuki Ertiga memiliki keluaran tenaga sebesar 104,7 PS pada putaran 6.000 rpm dengan torsi 138 Nm pada putaran 4.400 rpm. Sementara Suzuki Carry Pick Up hanya menghasilkan tenaga sebesar dangkan keluaran tenaga New Carry Pick Up hanya 97 PS pada putaran 5.600 rpm dan torsinya 135 Nm pada putaran 4.400 rpm.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Innova Hybrid

Cara Mengganti Oli Gardan

Siapkan alat dan bahan
  • Oli gardan berkualitas baik dan sesuai spesifikasi mobil.
  • Wadah penampung oli bekas.
  • Kunci untuk membuka dan menutup baut.
  • Plastik untuk memasukkan oli gardan. Sebaiknya gunakan plastik yang tebal.
Kuras oli gardan mobil Carry Pick Up

Langkah berikutnya adalah menguras oli gardan pada mobil Carry Pick Up. Tujuannya agar tidak ada oli berkualitas buruk yang tersisa di dalam mesin. Sebelum itu, Anda perlu meletakkan wadah penampung oli bekas di bawah baut oli. Kemudian, masuk ke kolong mobil dan membuka baut pembuangan oli. Di bagian bawah mobil Anda bisa menemukan 2 lubang, yaitu lubang pengisian dan pembuangan. Tunggu sampai oli berhenti menetes untuk memastikan oli yang sudah jelek keluar dari mobil.

Pengisian oli Baru

Siapkan plastik untuk memasukkan oli gardan. Masukkan oli gardan ke dalam plastik yang cukup tebal agar tidak mudah pecah. Masukkan secara bertahap agar tidak tumpah. Selain menggunakana plastik, bisa juga menggunakan botol yang diberi selang untuk memudahkan pengisian. Cara memasukkan oli menggunakan plastik adalah dengan memasukkan ujung plastik yang sudah dibolongi kemudian tekan perlahan sampai keluar sedikit demi sedikit.

Setelah selesai mengisi oli gardan mobil Carry Pick Up, Anda bisa menutup kembali baut penutup oli gardan. Pastikan baut terpasang dengan kencang.

nyalakan mesin Kembali

Setelah proses pengisian selesai, kamu bisa mencoba menyalakan mesin dan mengendarai mobil selama beberapa saat. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada perubahan kinerja mobil setelah oli gardan diganti.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Honda ZR-V

Hal Yang Terjadi Akibat Tidak Mengganti Oli Gardan

Meskipun terkesan sepele dan tidak sepenting mengganti oli mesin, oli gardan yang tidak diganti secara berkala akan berdampak buruk pada mobil. Beberapa hal yang bisa Anda rasakan kalau tidak mengganti oli gardan secara rutin adalah sebagai berikut:

  • Terdengar suara bising dari mesin mobil.
  • Meningkatnya suhu pada gardan, hingga menimbulkan pemuaian pada gardan.
  • Berkendara menjadi tidak mulus karena perputaran mesin terhambat.
  • Roda mobil sulit dikendalikan karena gardan berfungsi mengatur kecepatan perputaran roda pada mobil transmisi otomatis.
  • Terjadi kerusakan pada gear ratio.
  • Mobil terasa bergetar, getarannya berbeda dari biasanya.

Segera lakukan pengecekan dan penggantian oli gardan ketika terdengar bising dari kolong mobil, mobil terasa bergetar lebih dari biasanya, adanya perubahan warna oli, dan ketika sudah memasuki masa yang disarankan untuk mengganti oli, yaitu setiap kelipatan 8000 km atau 3-4 bulan sekali.

Baca juga: Kapasitas Oli Mesin Toyota All New Corolla Altis 1.8 Hybrid AT



Selengkapnya Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *